Melihat film koleksi Warkop DKI, saya mencoba membayangkan teknis produksi saat itu, terutama pada proses syuting dan suara yang dihasilkan dari film yang menjadi langganan tampil saat hari raya Lebaran. Aspek foley, tatanan musik dan lagu theme song sungguh sangat custom khususnya film era pertama kali mereka muncul di layar lebar dan sebelum era adegan ajakan ke pantai yuk don.
Dubbing bagi para anggota Warkop menjadi mudah, ketika mereka berangkat dari media radio Prambors, pasti mereka mengenal istilah VO yang jadi bekal ketika dubbing film. Sungguh sebuah karya yang di anggungkan saat industri film yang kebanyakan mengambil referensinya secara mentah – mentah.
Warkop DKI mengajarkan saya untuk peka terhadap situasi sosial ketika film dibuat, bersifat up to date dan mengambil scene muda, seperti saat mahasiswa, kelulusan, penggangguran pasca kelulusan dan semangat komunal antara ketiga anggotanya. Musik yang mereka buat pada film juga merefleksikan originalitas dari referensi yang mereka dapat. Mereka pun menggandeng musisi handal untuk mengisi soundtrack dan musik scoring di film awal mereka. Bahkan ratu dangdut Elvi pernah bermain satu film, Camelia Malik bernyanyi Gengsi Dong, dan plesetan lagu internasional yang menjadikannya pararel dengan group musik lawak macam Teamlo.
Ini mengingatkan konten begitu penting, ditengah teknologi yang tak semudah sekarang, konten itu tetap terlihat manis setelah hampir 40 tahun mereka muncul.
Ada kalanya saya cukup bangga dengan karya mereka, sungguh muda, realis dan peka terhadap kisah – kisah non drama yang sering saya ketemukan di medium kehidupan saat ini.
Kembali dubbing pada film, meskipun belum ada keterangan pasti dan production notes, saya menyimpulkan bahwa film – film Warkop mengalami proses dubbing yang cukup ruwet, mengingat teknologi on field recording saat itu tidak sesimple sekarang, dan banyak juga adegan di ambil secara Long Shot.
Lagu – lagu difilm pasti direkam terlebih dahulu di studio, otomatis mereka mengenal studio session untuk musik production, dan syuting mengggunakan playback audio menjadi makanan rutin dalam produksi film.
Salut.

Dubbing Pada FilmMelihat film koleksi Warkop DKI, saya mencoba membayangkan teknis produksi saat itu, terutama pada proses syuting dan suara yang dihasilkan dari film yang menjadi langganan tampil saat hari raya Lebaran. Aspek foley, tatanan musik dan lagu theme song sungguh sangat custom khususnya film era pertama kali mereka muncul di layar lebar dan sebelum era adegan ajakan ke pantai yuk don.
Dubbing bagi para anggota Warkop menjadi mudah, ketika mereka berangkat dari media radio Prambors, pasti mereka mengenal istilah VO yang jadi bekal ketika dubbing film. Sungguh sebuah karya yang di anggungkan saat industri film yang kebanyakan mengambil referensinya secara mentah – mentah.
Warkop DKI mengajarkan saya untuk peka terhadap situasi sosial ketika film dibuat, bersifat up to date dan mengambil scene muda, seperti saat mahasiswa, kelulusan, penggangguran pasca kelulusan dan semangat komunal antara ketiga anggotanya. Musik yang mereka buat pada film juga merefleksikan originalitas dari referensi yang mereka dapat. Mereka pun menggandeng musisi handal untuk mengisi soundtrack dan musik scoring di film awal mereka. Bahkan ratu dangdut Elvi pernah bermain satu film, Camelia Malik bernyanyi Gengsi Dong, dan plesetan lagu internasional yang menjadikannya pararel dengan group musik lawak macam Teamlo.
Ini mengingatkan konten begitu penting, ditengah teknologi yang tak semudah sekarang, konten itu tetap terlihat manis setelah hampir 40 tahun mereka muncul.
Ada kalanya saya cukup bangga dengan karya mereka, sungguh muda, realis dan peka terhadap kisah – kisah non drama yang sering saya ketemukan di medium kehidupan saat ini.
Kembali dubbing pada film, meskipun belum ada keterangan pasti dan production notes, saya menyimpulkan bahwa film – film Warkop mengalami proses dubbing yang cukup ruwet, mengingat teknologi on field recording saat itu tidak sesimple sekarang, dan banyak juga adegan di ambil secara Long Shot.
Lagu – lagu difilm pasti direkam terlebih dahulu di studio, otomatis mereka mengenal studio session untuk musik production, dan syuting mengggunakan playback audio menjadi makanan rutin dalam produksi film.
Salut.