Menjadi Team Penguji Di Hendri Music Course

Minggu pagi, saya dan dio mendapatkan kesempatan menjadi team penguji, 50 anak berbakat dari Hendri Music Course Solo. Kriteria penilaian berupa teknik permainan, keterampilan memainkan lagu serta hearing ability.

Karakter mereka yang begitu variatif, energik dan memainkan nada dengan keindahan individu yang menjadi kandidat musisi masa depan. Materi yang dimainkan mulai dari lagu sederhana, sampai komposisi hasil seniman populer.

Tidak ada dari anak didik mas Hendri, ada beberapa dari murid teman lama Bertha / Eta yang ikut serta dalam evaluasi ujian yang dimulai pukul 08.00 pagi.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Memilih Sound Engineer dengan tepat

Memilih Sound Engineer dengan tepat

Mengenal sound engineer dalam mengerjakan proyek kreatif musik seperti band & film mixing adalah step pertama dalam memilih kemana pre, production & post production dikerjakan.

Sound Engineer yang layaknya dikenal dengan bahasa “operator” menjadi penting saat para musisi dan sutradara mengalihbahasakan keinginan kreatif mereka tentang sound agar mampu diterima maksud oleh audiens.

Sound Engineer harus tahu betul SELERA, CARA BERFIKIR serta MEMANJAKAN telinga orang yang mendengar hasil karyanya. Kadang Sound Enginner tidak berbicara mengenahi teknis dan teknis, namun pendekatan secara personal dan penyajian selera yang pas akan menjadi nilai tambah yang harus diketahui dan diminta oleh para pelaku musik / suara kreatif dengan balutan professional. Anak band tidak harus melulu menuntut murah, cepat, instan namun mereka mengerti betul apa yang mereka bayarkan untuk dapat memenuhi selera mereka yang hendak dimunculkan dalam CD oleh tangan dan telinga emas Sound Engineer.

Sound Enginner yang baik selalu memiliki selera yang bagus, up to date (baik teknologi dan perkembangan musik) serta bersifat solutif. Tidak cenderung pasrah, menjelek-jelekan klien dan rekan kerjanya, atau bahkan sok tahu dan menjilat dengan harga yang murah tanpa harus tahu selera apa yang sedang ia kerjakan.

Tanyakan kepadanya seberapa jauh Sound Engineer Anda mengusai dan “mengerti” musikmu, berapa lama ia kenal betul dengan hardware & software yang ia pakai, meskipun yang dia pake bukan versi yang terbaru. Tanyakan padanya tentang dukungan teknis dan saran solutif tentang musik yang Anda garap. Percayakan urusan teknis kepadanya, sampai Anda bilang, “inilah sound yang saya pengen”. Dan terakhir buatlah rencana kerja yang menarik dan asyik bagi kedua belah pihak.

So, apakah Anda kenal dengan baik Sound Enginner Anda? Atau kenal tarif murahnya saja?

Nista jika Anda menjawab tanya yang kedua.

Salam.

ISA,PCI,USB and Ethernet

ISA,PCI,USB and Ethernet

2001

ISA AZTECH seharga 45rb, meledak setelah kabel output yang disolder sendiri korslet.

ISA OPTI seharga 55rb, drivernya error pada windows 95, alhasil nyalanya pincang.

2004

ISA Soundblaster 64, beli second 55rb, lumayan mengenal soundfont dan multiple output, seneng bisa buat output untuk headphone sendiri. Seluruh materi lagu pasadena direkam disoundcard ini dan selalu lolos masuk radio lokal dan festival.

2006

PCI Soundblaster Audigy 2, Asyik dapat soundcard yang mulai dukung ASIO walau selalu di 48Khz. Udah nyobain VSTi dan OMG keyboard jadul suaranya bisa ganti – ganti. Baru tahu kalo ini namanya softsynth.

2008

Punya soundcard professional EMU 0404 USB2.0. Recording dimana-mana, SPDIFnya keren abis.

2009

Ethersound. ES220, ES8MIC dan LX6464. ringan banget recording 32channel simultan, tahan banting dan berbagai suhu.

Aurora 8, jernih dan seperti punya laut dan LT-HD membunuh penasaran mengenahi ProToolsHD2

2010

M-Audio Delta, buat jalanin PT dan kasih kursus orang yang pengen belajar software Pro Tools.

Next

Soundcard with USB3 & Firewire 800

Vocal Editing

Seringkali band memandang take vokal adalah proses rekaman yang paling mudah. Nantinya bisa diedit, nyanyi sebisanya ada.

Mungkin perlu disadari, bahwa vokal adalah elemen utama dalam sebuah lagu, misal musik pop/rock, mix untuk vocal berada pada level paling depan.

Beberapa yang sering menjadikan kesalahan pada take vocal:

Fals, ini merupakan nightmare bagi setiap musisi, baik yang pro & beranjak populer. Artikulasi vokal dan ketepatan nada adalah harga mati dalam proses recording vokal. Memang adalah tools editing vocal, namun ini bukan senjata andalan terakhir. Fals juga dapat disebabkan oleh kondisi tubuh yang sedang tidak sehat, mood vokalis yang acak-acakan, serta memang nada dasarnya tidak tepat untuk range vokalis. Hanya latihan dan jam terbang manggung untuk mendapatkan hasil yang paling maksimal dari seorang vokalis.

Sinyal – sinyal yang menggangu seperti : noise, hum dan bocoran suara metronome dan instrument lainnya dari headphone pada take vokal. Kadang vokalis tidak memakai headphone dengan benar. Gangguan inilah yang menyebabkan mixing process jadi susah. Ketika akan mengaplikasikan pada vocal editing dan compression maka gangguan tadi akan semakin kentara dan susah untuk dihindarkan.

Track vocal yang kurang variatif, yakni vokalis hanya take 1 track saja, tanpa ada spare track untuk variasi dan backing vocal. Ini sering terjadi pada musisi baru. Hal ini akan menyulitkan jika dalam satu track tadi ada cacat yang tidak bisa dihindarkan, seperti overload / pecah sinyalnya. Biasakan merekam vokal minim 2 track untuk cadangan bila hal ini terjadi.

Untuk backing vocal bisa merekam secara stereo, berbagai tingkat harmony (nada tinggi, rendah) agar lagu Anda semakin kaya.

Gangguan vokal tadi hanya dapat diminimalisir bukan dihilangkan secara penuh. Seperti menggunakan tools : Antares Auto Tune untuk realtime pitch correction. Fitur humanize mumpuni mengkoreksi track vocal fals ringan. Saya menggunakan Melodyne untuk editing secara manual, simple dan beberapa wajah vokalis terlihat sumringah melihat tracknya dibedah.

Tools lain seperi denoiser dan dehum digunakan apabila koneksi distudio kurang baik. Tidak terlalu ekstrem penggunaannya, agar tidak merusak materi asli dari track vokal.

Ada vocal yang fals, coba kulik dengan tools diatas, jika kesulitan tanyakan saja melalui kotak comments dibawah ini.