AUBREY – PASADENA Song File Archive

Guys. setelah recovery beberapa lama, akhirnya data online dari band saya yang lama bisa diakses kembali.

enjoy

WAPRES SOLO OFFICIAL JINGLE

FREE FOR DOWNLOAD

Our Work Enviroments (Photos)

216760_10150269968443685_729598684_7573092_6137961_n
Our Main Studio in Solo

21955_1257638798294_1149339574_30751325_1689901_n
17955_1271462863887_1149339574_30780251_8083206_n
3days workshop audio for film. hot bgt. kalian bikin juga boleh, nanti saya support!

6011_242057715172_120415450172_8058942_1744410_n
Ruang Rupa 2009 Jkt Jogja cukup 8 jam

dari luar nampak Mac Os namun didalamnya pake bootcamp untuk win XP.

228240_1772582359092_1375270690_31707292_2693_n

230615_1772598799503_1375270690_31707316_8061442_n
SMI Alam Sutera – 2nd visit – Solo Tangerang 24 jam – Viuewss

26376_1344195281478_1129133419_31032590_3917130_n
First Team – Audio Field Recording – Triple Kepribadian

308044_282267025120598_100000119070477_1395044_110207846_n
1 bulan untuk 9 jam – persiapan terberat ketika live sound, live concert recording & stage production jadi satu.

Solo Jazz – Live

Solo Jazz Community – Live at Taman Balekambang – Garasi Indie Sound Property by budipasadena

Live Music Production by budipasadena.com

Increase – Live

Increase – Live at Taman Balaikambang  Garasi Indie Sound Property by budipasadena

live music production by budipasadena.com

slipping pills’s – ipang

Resep Subversif by Slipping Pills

mastering by budipasadena.com

Live at Taman Balaikambang Solo- Photos

Photo0404

Photo0410

Photo0403

Photo0325

Photo0322

Photo0321

Photo0318

Photo0396

Photo0394

Photo0391

Perlu kamu baca sebelum rekaman

tanpa drummer dan bassist yang bagus, band kamu akan segera matee

yang paling penting adalah vocalist, entah di live peformance atau recording album. (tentunya jika kamu tidak memainkan musik instrumentalia)

Merekam tidak sama dengan menghafalkan

ANAK BAND YANG BELAJAR RECORDING

FAQ

Q : Mas kenapa harga kursusnya mahal ?

A : ya udah ane bayar murah, ente gantian yang ngajarin ya

Q : mas sewa studionya kok mahal ada diskon?

A : ya udah nanti lagumu tak potong sampe reff aja ya

Q : mas distudio A lebih murah daripada studiomu

A ; ok kita rekaman di studio A aja yuk barangkali hasilnya 4 kali lipat daripada studio saya

Q ; mas aku pgn hasil rekamannya kayak artis luar

A ; ok skill maennya harus sama, sana belajar tuning gitar dulu

Q ; mas operator kok kamu galak sih.

A ; daripada demo kamu ditolak dan dimarahi radio dan label. aku marahi dulu ya.

Q ; mas mastering langsung setelah rekaman 2 shift bisa kan?

A ; bisa jadi file wav / mp3 tapi kualitas suaranya masih misterius

Q ; mas saya ga bisa nyanyi, nanti bisa diedit vocalnya mirip artis?

A : bisa. mirip artis sapa? pelawak atau pemain sinetron?

Q : mas ga rapi ni pake metronome, ga usah pake ya?

A : gpp, asal player lain setuju

Q : mas aku mau bikin 1 album 1 shift bisa?

A : bisa. asal ditengah-tengah rekaman ga boleh lupa chord dan fals ya

monggo yang mau nambahin. insya allah tambah sabar dan tawakkal

viva our local recording hero.

bisnis home recording – tidak semudah menekan tombol record

home recording menjamur, setiap artis yang punya soundcard sendiri mulai coba – coba berbisnis dalam industri mikro digital recording, mulai yang merubah kamar kos jadi studio recording, laptop skripsi jadi DAW, dan beli mic condensor plus saringan suara (POP Filter) DIY. Mereka berpromosi di mana – mana, menjual jasa rekaman dengan harga murah, cepat dan seolah – olah bisa menyelesaikannya “sendirian”.

sekilas nampak sangat mudah, perpindahan ilmu sound engineering berkembang pesat selaras tumbuh subur warnet dan koneksi swadaya inet rumahan…

bisnis tetap bisnis, segala sesuatu yang menguntungkan dan menyenangkan bisa dianggap sebagai cerminan perkembangan bisnis yang positif. Tidak sekedar beli alat dan kursus soundenginner. Kita membutuhkan formula spesialisasi supaya bisa bertahan. Segala bentuk kajian teknikal dan psikologikal diperlukan dalam setiap bisnis. tak terkecuali bisnis home recording. Read More

Telah Beredar. Buku Membuat Studio Rekaman di Rumah dalam Bahasa Indonesia

BUKU RECORDING BAHASA INDONESIA
Buku ” Membuat Studio Rekaman di Rumah” tulisan anak negeri yang dirilis secara online yang berisi rangkuman pengalaman recording dan teknik – teknis sederhana dalam merekam, mixing sederhana dan serba – serbi home recording menggunakan Bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami.

Buku ini berisi 7 Bab utama :

BAB 1 – BISNIS HOME RECORDING
BAB 2 – DIGITAL AUDIO WORKSTATION
BAB 3 – TAKE RECORDING YANG BAIK
BAB 4 – REKAMAN AUDIO (Tips Merekam Audio Di Nuendo)
BAB 5 – REKAMAN MIDI (Sekilas tentang MIDI berbasis VSTi)
BAB 6 – BALANCING & MIXING SEDERHANA

Persiapan Mixing
Balance Materi Mixing
EQ dan Compressor
Automation
Group / Bus
Clipping
Mixdown Audio

BAB 7 – BEKERJA DENGAN VIDEO

JUDUL : MEMBUAT STUDIO REKAMAN DI RUMAH
PENULIS : BUDI PASADENA
LABEL : www.budipasadena.com
Electronic Distribution (e-Book) & CD ROOM


Untuk Mendapatkan Buku ini Anda dapat mengkontak saya di : 08562840527.
info pesan : www.bukurecording.budipasadena.com

Edit/Delete Message

pejuang akhir pekan – re-mastered by budi pasadena

ipang, bersama pak tony menemani pak diro dan saya selama perjalanan pulang dari ibukota akhir april ini. kami seperti pejuang akhir pekan yang ingin pulang ke kota masing – masing setelah riset di kampung si doel.

dan ipang mencoba mastering di budi pasadena. Ia memilihkan salah satu lagunya yang berjudul : PEJUANG AKHIR PEKAN.

hasilnya cukup menarik, mengingat loop yang dibuatnya cukup asyik dan jedug2 nya semakin kerasa akibat polesan mastering saya. Kesan vocal jadi kuat dan luas… walau efek voxnya didesain seperti suara kularan speaker TOA.

great arr.

great thematic.

great sound.

it’s budi pasadena mastering sound.

Geas – Sebentar Saja – Orchestra Programming by Budi Pasadena

Saat menerima kiriman data dari Geas, saya sudah mulai merasakan lagunya seperti apa. sound gitarnya sudah sangat bagus. Geas hanya tidak puas dengan suara cymbal dan Over Head. Akhirnya proses ketok magic dilaksanakan.

Geas juga mempercayai saya untuk mengisi part keyboard dalam bentuk orchestrasi ringan.

Proses pengerjaannya agak susah. Disamping karena jadwal yang tertunda akibat macet selama perjalanan dari Ibukota, saya sendiri tiba – tiba mati ide.

3 hari saya habiskan untuk mengulik sound orchestra. Sengaja saya pindahkan keyboard kedalam kamar yang jadi satu dengan vocal booth. Dan hari itu saya tidak menggunakan komputer yang biasa dipake buat Mixing.

Saya comot netbook dan install software VSTi didalamnya. Saya harus pintar – pintar cari software yang pas buat lagunya. dan tentuya buat si netbook mungil ini.

beruntung selama proses arransemen peforma netbook aman. tidak ada glitches dan drop akibat latency. semuanya aman.

Hari berikutnya saya kembali ke main workstation. Meloadnya kedalam komputer mixing mastering dan mengerjakannya secara serius.

tak lama kemudian, delivery data saya kirimkan ke Geas. semenjak 3 tahun lalu, Budi Pasadena alhamdulliah banyak job dari luar kota, sehingga prosesnya sering menggunakan online mixing mastering service.

dan sms Geas akan kepuasan hasil saya adalah nilai yang tak terduga.

thnk geas,

kita garap single ke-dua kamu

Download Lagu >>> Soundcloud.

Riki – New Single – Produced by Budi Pasadena

Riki baru saja menyelesaikan single pertamanya. Judulnya masih rahasia. Proses perekamanya masih sederhana. hanya perlu waktu dua minggu untuk membedah lagu riki.

proses take vocal dilakukan di jogja. begitu juga take vocal. Riki sempat mengalami kesulitan saat take back vox. susah katanya.

tapi sesuai arahan sang arranger, riki mampu menyelesaikan track demi track.

proses programming (drum dan orchestra) dilakukan di studio pribadi budi pasadena. Mixing juga di lakukan disini. Tiada treatment khusus untuk lagu riki ini. Hanya pada saat Mastering Budi Pasadena sengaja membuat soundnya agak sedikit berat dan tebal.

Lagunya sudah bagus dan riki mampu memolesnya dengan indah.

Kedepannya riki akan mengolah lagu barunya lebih serius sembari mempraktekan pengalaman recordingnya bersama Budi Pasadena.

Music Score for Borobudur – MIDI Programming by Budi Pasadena

Madu, ya… beliau teman saya sewaktu bekerja di perusahaan web development, memberi kabar akan membuat iringan music loop untuk sebuah film presentasi. Setelah menanyakan budget, ia setuju untuk mempercayakan proses arransemen untuk music score-nya.

Tak lama kemudian, Mas Arif sang sutradara memberikan brief melalui telpon. Baik nuansa, tempo dan referensi seperti apa yang akan dibuat.

dan tanpa melihat videonya. (karena saya hanya diberi waktu kurang dari 24 jam dan mereka ada dijogja.)

ini tantangan untuk membuat music scorenya…

coba saya bayangkan relief borobudur.

malam itu saya memutuskan untuk langsung membuat 4 samples musiknya. dan saya preview secara online kepada mas arif. Ada beberapa revisi kecil, dan saya langsung ngebut ngerjaiinya.

ini adalah pengalaman tercepat dalam membuat musik score, dahulu saya pernah ngerjaain arransemen untuk musik iklan yang tayang di televisi lokal dan itu membutuhkan waktu 4 hari. sementara pada saat itu alatnya masih apa adanya.

beruntung semenjak 2009. Budi Pasadena memiliki peralatan dan kualitas SDM untuk mengerjakan proyek music score yang terkenal galak deadline.

thnks kawan…

my Intel Atom (lite edition of my DAW)

today, i bring my netbook (yeah not laptop) to jogja. Riki and i ready to work to a new single. Riki write some lyrics, add guitar track and basic audio demo.

i prepare drum programming uses old software : steinberg grove agent in my netbook. hi9…

usually i  used pro tools for this situation, but only mpowered essential installed in my atom netbook, and they can’t add new virtual instrument…

so i used cubase sx with emu0404 usb beside that.

plugin simulanalog marshall clonning.

and done…

and in this day. i can record more than 20 track audio and 3 virtual instrument in my atom.

enough for me and riki.

and now i ready to transport to my bigger DAW in mainly studio in Solo.

Indonesia Emas

karena sudah lama tidak bekerjasama dengan gilbert, aku coba post ulang lagu ini… dan ada opini diwebsite mengenahi lagu ini.

review dari :

http://arya165.multiply.com/video/item/2/Indonesia_Bootcamp_-_Bersama_Satu_Tujuan_Menuju_Indonesia_Emas

Oleh-oleh dari Jogja Bootcamp 2008, Magister Manajemen UGM. Pop song-nya keren, menggugah semangat. Yang mbikin Gilbert ‘Ibe’ Pohan & Budi Pasadena, diaransemen sm Budi di kamar kostnya, si Ibe take vocal di dalem mobil. Subhanallah! meskipun dalam keterbatasan fasilitas, nggak digarap di studio rekaman yang mungkin butuh biaya muahhhal !! Mereka patut kita acungi jempol!! Salut sama optimasi potensi, proses kreatif dan semangat mereka mewujudkan Indonesia Emas. Lagi2 two thumbs up for you, guys! :)

Aku tak akan diam, menunggu perubahan, aku tak akan diam …
Dunia akan melihat, akulah perubahan, kitalah perubahan

dan ada yang posting liriknya di http://www.lirik-lagu.web.id/i/indonesia-bootcamp/mars-indonesia-bootcamp/

Red Production – Event Organizer in Solo Surakarta

Event Organizer Kota Solo
(Pesta Ulang Tahun, Expo dan Company Gathering)

Red Production
Event Organizer
Jalan dr. Rajiman 475 Solo Surakarta Jawa Tengah 57148
085642209495

Read More

More Photos (production session)

So Serius Sekali? I love sm57

Tips Merekam Audio Di Nuendo

1.   Pastikan sinyal Audio bebas dari noise dan hum. Penyebab dari perasalahan ini adalah, penggunaan kabel dan konektor yang kurang bagus, solderan antar koneksi yang tidak kokoh, kualitas catu daya /   bateray yang dipakai kurang bagus,system grounding yang jelek dan kualitas sumber bunyi itu sendiri.

2.   Pelajari Input Output dari sinyal Anda. Dalam hal ini Anda akan beberapa mengenal jenis sinyal audio yang biasa ada dalam lingkungan recording Audio.

MIC Signal : berasal dari sumber bunyi yang berupa tranduscer yang dapat berbentuk MIC. Untuk merekam bunyi dari MIC, Anda memerlukan pre-amp untuk menambah gain dan mengaktifkan Phantom Power jika Anda menggunakan Mic jenis condenser.

Instrumen Signal : berasal dari sumber bunyi output instrumen dari gitar, bass, biola yang menggunakan PICK UP. Untuk merekam sinyal dari instrumen tadi Anda memerlukan sebuah Direct BOX (DI-BOX) dan pre-amp untuk mendapatkan kualitas sinyal yang baik.

Line Signal : berasal dari sumber bunyi elektronik seperti out dari efek Gitar, Keyboard, Grove Box, Tape Line Out. Anda tinggal mencolokan out dari alat-alat tersebut langsung ke soundcard dengan fasilitas Line In. Anda juga dapat menambahkan pre-amp untuk menambahkan karakter tertentu dan gain yang cukup dan hangat.

Phono Signal : berasal dari sumber bunyi perangkat DJ, biasanya menggunakan colokan Phono RCA. Disini Anda membutuhkan pre-amp Phono agar sinyal yang Anda rekam memiliki gain yang cukup agar dapat ditangkap dengan baik oleh soundcard.

Read More

Digital Audio Workstation

Digital Audio Workstation adalah istilah populer untuk mesin rekaman digital berbasis komputer yang digunakan hampir seluruh musisi dunia untuk merekam materi musik mereka. Kemudahan serta efektivitas dalam rekaman digital membuat salah satu revolusi besar dalam proses produksi musik.

Untuk memulai, mari kita mengenal apa saja yang digunakan dalam membuat produksi musik berbasis digital :

1. Kebutuhan

Dari kebutuhan kita akan tau akan belajar apa dan darimana memulai digital recording. Apakah Kamu mau merekam Vokal, Gitar Bolong / Akustik, atau merekam MIDI. Dari analisa kebutuhan Kamu akan tau hal apa saja perlu Kamu siapkan.

2. Persiapkan Apa yang Kamu punya dan Apa yang Kamu ingin beli

Cek list alat musik apa saja dimiliki termasuk kabel-kabel dan mic karaoke Kamu. Dari sini akan muncul list kebutuhan yang perlu dibeli. Read More

Fone – Binggung Binggung Binggung (Demo Tape I) March 2011

http://soundcloud.com/budipasadena/fone-binggung-bingung-bingung (langsung klik saja)

Fone – Binggung Bingung Bingung by budipasadena

10 Kilas Analisis Rekaman berjudul Melati.

by Budi Pasadena on Tuesday, September 21, 2010 at 4:00pm

Guys, setelah jalan – jalan mencari hukum dasar audio dan arransemen, akhirnya aku berusaha menemukan jalur teknis yang tersembunyi ketika kita garap Melati dulu.

  1. saat itu kita rekaman pake system Roland VS2480 yang notabene standalone recording yang tidak butuh komputer yang berisi software bajakan yang pernah kita pake dalam ngerjain dan mengolah demo akhir2 ini. Efeknya musik kita terdengar lebih halal dan ringan. Begitu juga dengan sinyal yang terekam, data wave pada VS sinyalnya lebih bagus dan tercapture sesuai kalibrasi analog (-18 – 12dBFS) yang membuat soundnya open dan sangat enak kalo diputar keras. Berbeda saat rekaman pake komputer, banyak dari kita yang tidak gagas besarnya sinyal yang masuk, terlalu over (-3dBFS bahkan peak merah kita cuek2 aja) ini yang menyebabkan suara yang dihasilkan sangat2 loud dan tidak open.  Dan hebatnya kita hanya perlu pake track 23 – 24 saja. Sangat irit berbeda dengan session rekaman yang kita pake di Sonar dan Session Pro Tools distudio jakarta itu. Kalo kesampaian, kita rekaman di Lokananta pakai mixer analog Tridentnya itu…Yummi
  2. waktu itu diantara kita masih berpikir penuh pada alat yang kita pegang rekaman, mengoptimalisasi drum, bass, gitar dan keyboard seadanya. Tidak manja pada fasilitas editing, adanya take lagi berulang2. hasilnya menurutku humanis sekali.
  3. Secara finansial, rekaman di tempat ini adalah demo termahal yang pernah kita buat. Padahal dulu sama – sama masih kuliah dan masih yang banyak belum punya motor dan gadget futuristik ala remaja metropolitan. Kesimpulannya, miskin atau kaya tidak ada korelasinya dengan hasil karya. Yang dibutuhkan personal spirit yang kuat.
  4. dari sisi rekaman, jaman dulu kita pake drum module buat ngakalin suara kick drum bang jimin yang suaranya ra enak blas. Seingatku pake Alesis D4. hal ini berbeda dengan demo masa kini yang drumnya sengaja aku replace dan mix dengan drumagog. Satunya hardware dan satunya software. Dan begitulah soundnya.
  5. dulu rekaman gitar dan bass pake system direct smua, kemarin bang daksa bilang dia tidak pake gitar sendiri untuk isi part gitarnya (bener?) seingatku udah punya dan pake efek ME33 itu belum? Dan Niko isi bassnya pake bass studio, dan kalo ga lupa di colok direct ke VS atau lewat behringer bass efek rack? Atau kebalik.? Berbeda dengan isian gitar era demo sekarang yang kebanyakan pake metode double take dengan pan ekstrim L:R.  Semakin kesini teknik ini membosankan dan ternyata tidak dipake di lagu Melati yang isian gitarnya berbeda di kiri dan kanan.
  6. dulu kita pake automationnya manual, alias muter langsung di knob efek hardware seperti delay ala radiohead itu, terus samplingnya pake bawaan keyboard yang diajust secara manual didalam keyboardnya tanpa bantuan VSTi / Reason seperti sekarang. Era ini membuatku kangen dalam utak2 atik sound langsung pada hardwarenya tidak menggunakan mouse dan layar monitor itu.
  7. Jaman itu, autotune belum terinstal dalam VS. jadi vocalnya masih mentah, dan jika ada yang fals kita memanfaatkan harmony dari back vocal yang ampuh nutupin kalo lead voc sedang berkelana diluar range nada. Beda jaman sekarang yang jadi andalan melodyne dan waves tune yang lagi2 mengandalkan fasilitas editing by software.
  8. Pada saat mixing, kita duduk2 bareng dalam studio dan memutuskan detail setiap detiknya, dari pengaturan delay, reverb dan equalizer kita yang aneh2. seingatku untuk nyelesain mix melati kita butuh waktu 3 bulan, disamping banyak maunya, duit buat bayar ongkos mixnya nyicil dari sisa uang bensin dan makan.
  9. Pada saat itu, kita belum punya mp3 player seperti HP pada jaman masa kini, alhasil telinga kita mesti muter lagu dari komputer / tape yang dibunyikan pada speaker  medium dan besar. Hasilnya saat kita bikin musik, kita bisa bikin musik yang ringan dan tidak overcompress. Berbeda bila kita sudah terbiasa dengan MP3 player dengan mini speakernya, suaranya kompressan semua dan dynamic musiknya jadi berat dan bikin capek bila didenger sering2. tidak legendaris soundnya.

10.  dan yang terakhir, referensi musik saat itu sedang luar biasa. Sangat berenergi dan media dalam negeri masih menyiarkan materi dari luar. Alhasil musiknya variatif dan penuh kejutan dan lebih out of the box. Berbeda dengan sekarang yang tiap jamnya memutar acara musik yang notabene sama, dan cara mendengar kita dipaksa untuk mendengar itu2 saja, yang akhirnya berpengaruh dalam membuat dan memainkan musik yang itu2 saja.

Inti dari penulisan kilas ini sebagai review pribadi dalam workflow yang kita kerjakan selama ini agar tidak overproduce dimasa mendatang. Read More

Live Sound Enviroment

Setiap pertujukan musik yang menggunakan sistem tata suara pasti mengenal profesi Live Sound Engineer. Atau kalo orang awam bilang Operator atau SoundMan.

Meskipun menurut saya istilah operator sedikit kurang asyik dan cenderung diremehkan pada tata suara pertunjukan live musik, namun tugas dari live sound engineer tidak kalah penting layak pemain musik itu sendiri. Bahkan mereka dianggap sebagai anggota band ke-lima jika band kamu bernama The Beatles.

Live Sound Engineer memiliki tugas penting dalam mengoperasikan peralatan tata suara pertunjukan. Beliau mengatur dan menata segala kebutuhan teknis yang berhubungan dengan kebutuhan musisi dan penonton yang menjadi konsumen atas segala bunyi yang mereka dengarkan dalam setiap pertunjukan musik.

Didalam Live Sound Enginner, ada beberapa macam posisi yang mesti dikenal :

FOH Live Sound Engineer

Beliau bertugas mengatur tata suara yang diperdengarkan kepada penonton yang hadir. Biasanya mereka nongkrong di tenda kecil di antara penonton. Mengatur mixer utama yang berukuran besar dan menjadikan sebuah pertunjukan semakin berarti dengan mengatur speaker di kanan kiri panggung yang gede – gede itu sehingga bunyinya baik dan asyik.

FOH Live Sound Engineer harus bisa menangkap detail musik yang ingin ditonjolkan kepada penonton. Jadi ia menyampaikan makna – makna musikal melalui pengolahan bunyi dan karakter instrument dan suara yang dimainkan oleh musisi.

Bisa dibayangkan kalo kerjanya asal – asalan, bisa ditimpukin penonton yang sudah rela bayar tiket pertunjukan.  Apalagi kalo pengaturan tata suaranya ga jelas dan kacau untuk didengar, bisa – bisa si Artis di cemooh dan pihak EO tidak mendapatkan sponsor lagi.

Monitor Sound Engineer

Beliau bertugas mengatur tata suara yang berada di panggung / stage. Mereka mengatur mixer yang terletak disini kanan atau kiri panggung yang diperdengarkan melalui speaker yang diletakkan berjejer di depan para artis yang nantinya akan dijadikan musisi untuk mendengarkan permainan mereka sendiri. Biasanya kalo anak band mendengar suara yang dihasilkan diatas stage saat peform jelek, mereka akan marah – marah dan kehilangan mood, suara terdengar fals dan tidak on tempo, alias mainnya kacau karena mereka tidak bisa mendengarkan suara permainannya sendiri dan temen – temen satu bandnya.

Kalo pemainnya maennya kacau, pasti timbul kerusuhan yang akhirnya bisa menimbulkan korban jiwa.

Broadcast Sound Enginer

Beliau bertugas mengatur tata suara yang berhubungan dengan sistem broadcast yang digunakan dalam sebuah show. Misalnya ada pertunjukan di lapangan Kridosono dan kemudian ditayangkan secara langsung melalui media televisi swasta, maka suara yang kamu dengar pada saat nonton televisi dikamarmu bareng keluarga & pacar  adalah hasil kerja pengaturan mixer tata suara oleh broadcast sound engineer.

Pacar kamu pesti ngedumel kalo suara MC idolanya di TV ga terdengar jelas, atau bahkan saat gambar vokalisnya udah tayang, kok suaranya ga terdengar dan terkesan vokalisnya komat – kamit ga karuan? Inilah salah satu tugas si Broadcast Sound Engineer membuat setiap suara yang ada di televisi terdengar jelas.

Live Concert Recording Sound Engineer

Kalo gemar beli CD / DVD yang berisi Live Version dari sebuah album studio yang biasanya terdengar suara riuh penonton yang histeris dan fenomenal, ditambah aksi – aksi permainan musik yang ekpresif dan eksperimental bahkan terdengar sangat istimewa adalah hasil karya Live Concert Recording Sound Enginner. Mereka merekam setiap pertunjukan live concert musik dan kadang menjadikannya album versi Live yang sangat collectible. Live Concert Recording Sound Enginner berperan penting dalam mendokumentasikan setiap peform artis disebuah tempat spesial.

Kalo ga ada mereka, kita ga bakalan dengar peform The Beatles di era 60-an. Hasil rekaman live concert menjadi sangat monumental dan memiliki nilai momen yang tidak bisa diulang dimasa kapanpun. Toh kita tidak mungkin menyaksikan kembali aksi The Beatles diera 2000an, karena 3 pemainnya telah tiada.

Begitu penting peranan live sound engineer dalam sebuah pertunjukan musik dan layaknya setiap unsur didalamnya menghargai dan membutuhkan kerja sama yang baik dan bermutu demi peningkatan kualitas pertunjukan yang ada di Indonesia.

Salam Audio.

kalo ada kekurangan, menambahkan lewat comment adalah salah satu usaha kita untuk mengangkat kualitas pertunjukan musik.

LP recording setup

With A Thousand Suns, their most ambitious and divergent album yet, Linkin Park blaze a new trail for alternative rock

“We wanted to create something that’s challenging to us, not fall back on the things we’re used to doing. So we threw the rule book out the window, and when it felt we should go left, then we should probably go right instead.”

Chester Bennington and the rest of Linkin Park are sitting onstage at the Music Box Theatre in Hollywood, fielding questions from a packed house of fan club members, music press, and VIP guests about their newest full-length, A Thousand Suns. For the 47 minutes prior to the Q&A, the band debuted the album in its entirety, synced with a laser light show that would enthrall even the most seasoned raver. With nearly half the songs containing up-tempo BPMs and dance music cadences—not to mention the noticeable absence of anthemic rock guitar hooks and only three tracks featuring raps by Mike Shinoda—the experience couldn’t help but accentuate the differences between this and Linkin Park’s previous body of work. With the exception of Bennington’s trademark guttural screams, any resemblance to the rap rock genre they helped define has been rinsed out. Intensity and ferocious introspection are still the endgame, but the path has changed. And when that path is lined with more than 50 million album sales, two Grammys, and nine Number One singles on the Billboard Alternative Chart, throwing the rule book out the window takes more than a simple leap of faith.

THE CATALYST Read More