<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BUDI PASADENA - MIXING WITH PRO TOOLS &#38; WAVELAB MASTERING</title>
	<atom:link href="http://budipasadena.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budipasadena.com</link>
	<description>bring your music into commercial &#38; signatures sound</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Feb 2010 04:19:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dubbing Pada Film</title>
		<link>http://budipasadena.com/2010/02/dubbing-pada-film/</link>
		<comments>http://budipasadena.com/2010/02/dubbing-pada-film/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 04:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Pasadena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipasadena.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Melihat film koleksi Warkop DKI, saya mencoba membayangkan teknis produksi saat itu, terutama pada proses syuting dan suara yang dihasilkan dari film yang menjadi langganan tampil saat hari raya Lebaran. Aspek foley, tatanan musik dan lagu theme song sungguh sangat custom khususnya film era pertama kali mereka muncul di layar lebar dan sebelum era adegan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Melihat film koleksi Warkop DKI, saya mencoba membayangkan teknis produksi saat itu, terutama pada proses syuting dan suara yang dihasilkan dari film yang menjadi langganan tampil saat hari raya Lebaran. Aspek foley, tatanan musik dan lagu theme song sungguh sangat custom khususnya film era pertama kali mereka muncul di layar lebar dan sebelum era adegan ajakan ke pantai yuk don.<span id="more-44"></span></div>
<div id="_mcePaste">Dubbing bagi para anggota Warkop menjadi mudah, ketika mereka berangkat dari media radio Prambors, pasti mereka mengenal istilah VO yang jadi bekal ketika dubbing film. Sungguh sebuah karya yang di anggungkan saat industri film yang kebanyakan mengambil referensinya secara mentah – mentah.</div>
<div id="_mcePaste">Warkop DKI mengajarkan saya untuk peka terhadap situasi sosial ketika film dibuat, bersifat up to date dan mengambil scene muda, seperti saat mahasiswa, kelulusan, penggangguran pasca kelulusan dan semangat komunal antara ketiga anggotanya. Musik yang mereka buat pada film juga merefleksikan originalitas dari referensi yang mereka dapat. Mereka pun menggandeng musisi handal untuk mengisi soundtrack dan musik scoring di film awal mereka. Bahkan ratu dangdut Elvi pernah bermain satu film, Camelia Malik bernyanyi Gengsi Dong, dan plesetan lagu internasional yang menjadikannya pararel dengan group musik lawak macam Teamlo.</div>
<div id="_mcePaste">Ini mengingatkan konten begitu penting, ditengah teknologi yang tak semudah sekarang, konten itu tetap terlihat manis setelah hampir 40 tahun mereka muncul.</div>
<div id="_mcePaste">Ada kalanya saya cukup bangga dengan karya mereka, sungguh muda, realis dan peka terhadap kisah – kisah non drama yang sering saya ketemukan di medium kehidupan saat ini.</div>
<div id="_mcePaste">Kembali dubbing pada film, meskipun belum ada keterangan pasti dan production notes, saya menyimpulkan bahwa film – film Warkop mengalami proses dubbing yang cukup ruwet, mengingat teknologi on field recording saat itu tidak sesimple sekarang, dan banyak juga adegan di ambil secara Long Shot.</div>
<div id="_mcePaste">Lagu – lagu difilm pasti direkam terlebih dahulu di studio, otomatis mereka mengenal studio session untuk musik production, dan syuting mengggunakan playback audio menjadi makanan rutin dalam produksi film.</div>
<div id="_mcePaste">Salut.</div>
<p>Dubbing Pada FilmMelihat film koleksi Warkop DKI, saya mencoba membayangkan teknis produksi saat itu, terutama pada proses syuting dan suara yang dihasilkan dari film yang menjadi langganan tampil saat hari raya Lebaran. Aspek foley, tatanan musik dan lagu theme song sungguh sangat custom khususnya film era pertama kali mereka muncul di layar lebar dan sebelum era adegan ajakan ke pantai yuk don.<br />
Dubbing bagi para anggota Warkop menjadi mudah, ketika mereka berangkat dari media radio Prambors, pasti mereka mengenal istilah VO yang jadi bekal ketika dubbing film. Sungguh sebuah karya yang di anggungkan saat industri film yang kebanyakan mengambil referensinya secara mentah – mentah.<br />
Warkop DKI mengajarkan saya untuk peka terhadap situasi sosial ketika film dibuat, bersifat up to date dan mengambil scene muda, seperti saat mahasiswa, kelulusan, penggangguran pasca kelulusan dan semangat komunal antara ketiga anggotanya. Musik yang mereka buat pada film juga merefleksikan originalitas dari referensi yang mereka dapat. Mereka pun menggandeng musisi handal untuk mengisi soundtrack dan musik scoring di film awal mereka. Bahkan ratu dangdut Elvi pernah bermain satu film, Camelia Malik bernyanyi Gengsi Dong, dan plesetan lagu internasional yang menjadikannya pararel dengan group musik lawak macam Teamlo.<br />
Ini mengingatkan konten begitu penting, ditengah teknologi yang tak semudah sekarang, konten itu tetap terlihat manis setelah hampir 40 tahun mereka muncul.<br />
Ada kalanya saya cukup bangga dengan karya mereka, sungguh muda, realis dan peka terhadap kisah – kisah non drama yang sering saya ketemukan di medium kehidupan saat ini.<br />
Kembali dubbing pada film, meskipun belum ada keterangan pasti dan production notes, saya menyimpulkan bahwa film – film Warkop mengalami proses dubbing yang cukup ruwet, mengingat teknologi on field recording saat itu tidak sesimple sekarang, dan banyak juga adegan di ambil secara Long Shot.<br />
Lagu – lagu difilm pasti direkam terlebih dahulu di studio, otomatis mereka mengenal studio session untuk musik production, dan syuting mengggunakan playback audio menjadi makanan rutin dalam produksi film.<br />
Salut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipasadena.com/2010/02/dubbing-pada-film/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>YIN YANG</title>
		<link>http://budipasadena.com/2010/02/yin-yang/</link>
		<comments>http://budipasadena.com/2010/02/yin-yang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 04:13:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Pasadena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipasadena.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Cinta emang Gila, beberapa anekdot cinta ditulis IWA K dalam karya barunya kali ini. Setelah sekian lama meninggalkan rap muncul diberbagai acara televisi sebagai presenter.  Stop, aku melanjutkan untuk review rekamannya.
Sebenarnya kesan pertamaku maksa di tengah isian manis pada bagian reff, terkesan mas IWA hanya masuk aja, karena desain beat dan nadanya sungguh pas dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Cinta emang Gila, beberapa anekdot cinta ditulis IWA K dalam karya barunya kali ini. Setelah sekian lama meninggalkan rap muncul diberbagai acara televisi sebagai presenter.  Stop, aku melanjutkan untuk review rekamannya.</div>
<div id="_mcePaste">Sebenarnya kesan pertamaku maksa di tengah isian manis pada bagian reff, terkesan mas IWA hanya masuk aja, karena desain beat dan nadanya sungguh pas dengan vokal si cewek.<span id="more-42"></span></div>
<div id="_mcePaste">Dari aransemen musiknya lebih luas dan cenderung ke pop, dari segi lirik, alunan vokal awal IWA sangat – sangat pop dan hampir bernada, meninggalkan kesan rap yang penuh hajaran kata – kata dan biasanya di shotnya cepat, bagian ini baru muncul setelah menit ke 2.54. Amazing menurutku.</div>
<div id="_mcePaste">Kembali saya mendengarkan rekaman IWA yang terdahulu, memang mix kali ini lebih ke depan, vokalnya di desain kadang – kadang dibawah level musik, tidak ada autotune ekstrem, good.</div>
<div id="_mcePaste">Strings dan instrumen lainnya berperan layaknya pop, back vokal pembukanya juga nge pop. Ada beberapa bagian rap IWA pada bagian depan, yang berbunyi :  ternyata mantan banyak orang, tukang morotin orang … kembali terkesan maksa.</div>
<div id="_mcePaste">Namun kesalutan saya diberikan kepada group ini, kombinasi duo, vocal cowok dan cewek, satu ngerap, dan tema cinta universal yang mungkin sedikit dangkal untuk usia mereka, tapi tetap berani meluncurkan single ini. Saya menunggu single kedua dari duet ini, bukan penasaran, namun bukti kolaborasi ini tidak one hits release, dan mungkin obat penyangkal tulisan ini, agar terkesan tidak maksa.</div>
<div id="_mcePaste">Dan tentunya aransemen yang lebih YIN-YANG, galak, ganas, namun sisi manis tetap ada.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipasadena.com/2010/02/yin-yang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menguak Referensi &#8211; 2</title>
		<link>http://budipasadena.com/2010/02/menguak-referensi-2-2/</link>
		<comments>http://budipasadena.com/2010/02/menguak-referensi-2-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 04:09:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Pasadena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipasadena.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini kembali The Killers saya putar satu album, soundnya hampir seragam dan memiliki unsur tekstual yang meledak – ledak, melirikan keberanian dalam diri yang takut. Mungkin saatnya menjadikan band ini saya masukan tracklist wajib.
Entah mengapa ketika lagu ini diperdengarkan berkali – kali, Saya merasa terwakili dari berbagai musik dan cara bernyanyi band ini.

DEWA
Agaknya pertemuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Pagi ini kembali The Killers saya putar satu album, soundnya hampir seragam dan memiliki unsur tekstual yang meledak – ledak, melirikan keberanian dalam diri yang takut. Mungkin saatnya menjadikan band ini saya masukan tracklist wajib.</div>
<div id="_mcePaste">Entah mengapa ketika lagu ini diperdengarkan berkali – kali, Saya merasa terwakili dari berbagai musik dan cara bernyanyi band ini.</div>
<div id="_mcePaste"><span id="more-32"></span></div>
<div>DEWA</div>
<div id="_mcePaste">Agaknya pertemuan dengan musik dengan DEWA dibuka dari rekaman yang saya ditemukan di kamar adik ibu saya alias tante. Beliau memiliki kaset Dewa pada album terbaik – terbaik. Dan judul hits pertama yang saya dengar, Cukup Siti Nurbaya.</div>
<div id="_mcePaste">Periodik yang kala itu masih mumpuni dengan isian block gitar ala rock, membuat lagu ini sering saya putar sebelum berangkat sekolah. Perbincangan pun berlanjut saat masuk ke kantin, beberapa teman musik saya, yang kala itu baru bisa memainkan suling (recorder) mengagumi lagu ini bagus. Selalu kami mengulangi bagian melodi Andra, dan isian bass Erwin pada akhir lagu. Cukup puaslah kami melihat group band saingan kami membawakan lagu ini dan sering menang di festival lokal, karena band kami masih terlalu anak – anak dan sulit membawakan lagu itu.</div>
<div id="_mcePaste">Percintaan  dengan Dewa tidak berhenti begitu saja, Aku disini untukmu, mencuri perhatian saya dengan permainan Ahmad Dhani dengan keyboardnya. Suara Sine Wave itu mengusik keingintahuan.</div>
<div id="_mcePaste">Memang bukan lagu ini saja yang membuat Saya menjauhkan remote saya ketika nonton MTV via Anteve, lagu pembuka album Pandawa Lima berjudul Kirana, luar biasa maha dasyat. Dan sempat ada hampir adu fisik dengan kakak tingkat SMP, karena lagu ini jadi andalan saat pensi kelas 1 SMP, pensi dimana kesempatan “anak band” mencuri perhatian lawan jenis akibat perkembangan hormon yang tiada tara.</div>
<div id="_mcePaste">Sedihnya saat itu internet baru sebatas memberikan informasi mengenahi tentang lirik dan foto artis – artis, jarang ada review secara mendetail mengenahi lagu apalagi teknis rekamannya.</div>
<div id="_mcePaste">Percintaan dengan DEWA kemudian berlanjut dengan album selanjutnya, namun anehnya saat mendengarkan album mereka yang paling baru pun, keinginan mendengarkan album sebelumnnya bertambah besar. Seperti saat mendengarkan Bintang Lima, saya malah ngulik lagu Restu Boemi yang berakhir dengan hancurnya kaset itu karena terlalu sering diputar. Beberapa kaset pasti cacat kalo nguliknya kelamaan dan celakanya itu kaset – kaset DEWA dan semua pinjaman.</div>
<div id="_mcePaste">Kehadiran soundcard seperti jamur diakhir 98 – 99 membuat saya sedikit tercerah dari hal itu. Pelan pelan konversi MP3 mulai mengisi harddisk komputer rumahan yang masih dibawah 1 GB. Entah disadari, konversi ini mulai menggunung. Konversi yang lama – lama berjalan menjadi bakat piracy.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipasadena.com/2010/02/menguak-referensi-2-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BUKU RECORDING DALAM BAHASA INDONESIA</title>
		<link>http://budipasadena.com/2010/02/buku-recording-dalam-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://budipasadena.com/2010/02/buku-recording-dalam-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 04:06:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Pasadena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipasadena.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[
Penulisan buku audio recordingku, hampir bisa dikatakan finish. Di Bab awal saya buka dengan tulisan mengenahi perkembangan home recording. Rencana saya akan diterbitkan melalui penerbit yang memiliki cita rasa terhadap teknologi dan respect keberadaan sound engineer. Karena sangat sedikit referensi dalam bahasa Indonesia mengenahi home recording, kebanyakan membahas pada bahasan teknis ini itu, penggunaan software [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">
<div id="_mcePaste">Penulisan buku audio recordingku, hampir bisa dikatakan finish. Di Bab awal saya buka dengan tulisan mengenahi perkembangan home recording. Rencana saya akan diterbitkan melalui penerbit yang memiliki cita rasa terhadap teknologi dan respect keberadaan sound engineer. Karena sangat sedikit referensi dalam bahasa Indonesia mengenahi home recording, kebanyakan membahas pada bahasan teknis ini itu, penggunaan software A, bagus ini. <span id="more-35"></span>Memang buku ini mengandung bahasan teknis berbasis pada Steinberg.</div>
<div id="_mcePaste">Kecintaan Steinberg muncul setelah saya mencoba DAW populer seperti Cakewalk Sonar, yang sebelumnya lompatan dari Cakewalk Pro Audio. (Bahkan saya pernah membeli buku karangan Agus Hardiman (www.musiktek.com) yang saat itu membuka banyak sekali cakrawala dunia audio).</div>
<div id="_mcePaste">Beberapa software dari Image Line, seperti Fruity Tracks, Fruity Loop yang masih banyak dipake kalangan musisi dance. Dan banyak yang mengejek FL termasuk program mainan. Damn.</div>
<div id="_mcePaste">Awalnya saya sempat kikuk dengan MIDI, terkesan njlimet dan soundnya pada saat ini masih ala Fariz RM bgt (alias kaku sekali). Namun era VSTi bergiga-giga sample membuat cerita menjadi lain.</div>
<div id="_mcePaste">Dan istilah Freeze MIDI saya kenal ketika maen di SONAR 4, salah perkembangan dari Cakewalk. Sungguh asyik, dan masih ingat raut wajahku. Dan Akhirnya Steinberg Cubase SX 2 udah bisa freeze. Steinberg salah satu penemu ASIO (Audio Streaming Input Output) memang sangat terkenal reliable dan solid. Apalagi dukungan pembuat soundcard (audio card, audio converter, ADDA) membuka platfrom ini untuk dibundle dalam driver kompabilitynya.</div>
<div id="_mcePaste">Cubase yang memang pertama lahir dari MIDI kemudian memiliki fasilitas audio harddisk recording menjadi andalan para musisi yang jatuh cinta dengan MIDI. Dukungan platfrom Steinberg yang bersifat native (tanpa bantuan DSP Card, bekerja murni menggunakan prosesor komputer) sangat dicintai banyak orang. Orang dengan mudahnya membuat track demi track, meng-insert efek, mengedit diberbagai komputer. Dan disupport oleh banyak ribuan programmer dalam pengembangan VST (Virtual Studio Technology).</div>
<div id="_mcePaste">Kecintaan terhadap Steinberg teruji saat mencoba Pro Tools. Khususnya seri HD. Pro Tools yang hampir dipakai disetiap studio besar, mencuri perhatian saya begitu besar. Sistem GUI (graphic user interface) sangat simple sekali, warna abu – abunya enak dimata. Walaupun tahun 2009 Pro Tools 8 keluar dengan GUI yang sangat – sangat jelly dan kenyal itu. Memang plugins Pro Tools sangat akurat dan detail, apalagi di dukung kualitas konverter yang di desain sangat – sangat kompatibel dengan software rekamannya. Satu atap mereka membuat software dan hardware, dan pengembangan fungsi – fungsi editing yang ajib gila, plugins dan dukungan support internasional yang meningkat akibat ditariknya Digidesign menjadi raksasa industri Multimedia Avid.</div>
<div id="_mcePaste">Ekseklusifitas Pro Tools sangat teruji ketika hardware atau software mereka di buat untuk bekerja berdampingan alias tidak bisa dijalankan terpisah. Baru diawal 2006 Pro Tools mengembangkan Windows Media Driver, yakni sebuah kompabilitas driver agar dapat dijalankan oleh software berbasis VST / DXI.</div>
<div id="_mcePaste">Mulai dari versi Pro Tools 6, sudah mulai jalan dalam platform Windows PC.</div>
<div id="_mcePaste">Nanti dulu, makan mie anget – anget enak ni.</div>
<div id="_mcePaste">Kembali ke buku yang saya buat, selain berisi teknis audio buku ini saya buka dengan sedikit cerita perkembangan home recording. Entah itu berdasar atas pengalaman, share sesama enginner atau referensi – referensi yang saya dapatkan. Diharapkan isi dari buku ini akan membantu mereka dalam hal teknis dan mampu mewujudkan karya indah dari rumah.</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipasadena.com/2010/02/buku-recording-dalam-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menguak Referensi</title>
		<link>http://budipasadena.com/2010/02/menguak-referensi/</link>
		<comments>http://budipasadena.com/2010/02/menguak-referensi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 09:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Pasadena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipasadena.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Awal postingan saya akan menuliskan beberapa lagu yang menjadi referensi dengar 10 tahun terakhir ini:
1.The Killers – Mr. Brightsight
2.Warkop (dengar &#38; visual:)
3.Linkin Park
4.The Beatles
5.Mew
6.Dewa
7.Muse
tujuh dulu yang saya tuliskan, mengingat saya akan menuliskan personal review terhadap musik mereka dan tentunya perasaan saya mengenahi recordingnya.

Muse
Sesungguhnya berawal dari teman yang meminta saya untuk mendengarkan CD yang ia bawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Awal postingan saya akan menuliskan beberapa lagu yang menjadi referensi dengar 10 tahun terakhir ini:</div>
<div id="_mcePaste">1.The Killers – Mr. Brightsight</div>
<div id="_mcePaste">2.Warkop (dengar &amp; visual:)</div>
<div id="_mcePaste">3.Linkin Park</div>
<div id="_mcePaste">4.The Beatles</div>
<div id="_mcePaste">5.Mew</div>
<div id="_mcePaste">6.Dewa</div>
<div id="_mcePaste">7.Muse</div>
<div id="_mcePaste">tujuh dulu yang saya tuliskan, mengingat saya akan menuliskan personal review terhadap musik mereka dan tentunya perasaan saya mengenahi recordingnya.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Muse</div>
<div id="_mcePaste">Sesungguhnya berawal dari teman yang meminta saya untuk mendengarkan CD yang ia bawa sebelum memulai latihan band di sebuah home recordingku di solo,</div>
<div id="_mcePaste">Aku sendiri menemukannya tidak sengaja saat menyaksikan video clip mereka tayang di MTV lewat tengah malam ketika liburan semester di Jombang.<span id="more-17"></span></div>
<div id="_mcePaste">Bukan album pertama yang dengarkan, Namun album yang salah satu lagunya berjudul Hysteria. Ini band keren dalam hatiku berkata ditengah ngantuk malam itu. Selain konsep videonya yang sangat – sangat terpental, basah dalam amarah anti sosail, namun musiknya erat dipelukan telinga. Dibuka dengan balutan distorsi pada bass, lagu ini dibuka secara cepat dengan pitch up gitar. Aransemen yang diluar biasa, cara – cara aransemen yang sering dilakukan pada pemain keyboard, gesek turn up pitchbend. Enggggggggggginggggggggg. Seperti itulah.</div>
<div id="_mcePaste">Disini, mendapatkan kesempatan untuk memainkan bersama Pasadena, Muncul inspirasi untuk memasukan distrorsi pada elemen string2ku yang itu2 saja, (sempet saya enek, karena keterbatasan dan kerelaan hati untuk berpindah patch sound). Lumayan. Bisa mengisi diselip gitar dan bass. Punya greng2 sendiri.</div>
<div id="_mcePaste">Muse banyak sekali menerapkan arpegio pada permainan album ini, entah dari sound syntesizer maupun piano akustiknya, jujur sound ini yang membuat saya berlatih menggerakan jari2 agak lebih cepat dan hengkang dari permainan aman menggunakan sound model pad.</div>
<div id="_mcePaste">Namun karena usil dan capek juga, beberapa part saya rekam secara ngawur dan masukan pada peformance pads dikeyboard. Tinggal pencet muncul dan selalu on tempo(ada tap tempo). Lumayan menipu dan tertipu.</div>
<div id="_mcePaste">Agaknya sound – sound muse menjadikan referensi di tahun kedua kuliah.</div>
<div id="_mcePaste">Dan berita bagus kunjung tiba, saya mendapatkan copy behind muse recording untuk album ini. Dibuka dengan adegan take drum di pinggir kolam renang, kemudian latihan – latihan yang tidak jelas oleh personel Muse, dan proses kreatif pencarian sound gitarnya.</div>
<div id="_mcePaste">Salah satu adegan mencari sound gitar dengan amplie soldano, saya pribadi belum pernah mencoba ampli ini secara nyata, baru berbasis VST Soldano Modeller. Hik2. Namun dari sound yang tercapture si pendokumenter, karakternya kira – kira seperti ini:</div>
<div id="_mcePaste">seperti marshal namun terboost jernih, tidak terlalu drive, bukan juga crunch, attack &amp; release dari strings guitar semacam violin. Kalo dibilang enak, tidak terlalu enak, namun cukup mewakili perasaan take gitar pada adegan itu, dan soundnya mudah dihapalkan diotak namun sukar ditiru oleh tangan.</div>
<div id="_mcePaste">Permainan Mattew Bellamy diatas classical piano, membuat saya putus asa, apakah saya harus belajar lagi untuk maen piano disela tugas kuliah yang aneh ini?</div>
<div id="_mcePaste">Namun dicoba, dan sampe sekarang ga bisa alus.</div>
<div id="_mcePaste">Beberapa software seperti Rapture buatan Cakewalk, mendekatkan saya pada sound Muse, terutama pada arpegionya. Walau ga pinter – pinter cari sound, kulik presetnya dan acak dikit tombolnya, membuat saya cukup puas. Beberapa demo Aubrey / Pasadena, memakai software ini, dan ketika saya berkunjung ke Cibubur tempat mereka membuat master recording dengan management &amp; personil baru, ada beberapa part dari Rapture ini yang mereka tetap pakai.</div>
<div id="_mcePaste">Muse membuat saya sedikit dewasa dalam permainan nada dalam band. Terlebih salah satu lagunya muncul dalam film Twilight. Awalnya Saya curiga dengan kualitas film budget yang katanya rendah ini. Namun akhir pekan menjadikan saya penonton dalam sinema bersama orang tercinta, dan salah satu scene dibuka dengan Supermassive Black Holenya Muse. Kontan saya mulai memperhatikan.</div>
<div id="_mcePaste">Tak kurang juga, Zhara memutarnya sering di Radio, membuat saya membongkar kembali CD Muse, memutarnya di atas ADDA dan speaker monitor. Beda. Respon dan Referensi yang saya tanggkap dengan 4 tahun lalu.</div>
<div id="_mcePaste">Terdengar cukup modern dan tidak terpatahkan.</div>
<div id="_mcePaste">Dan penutup tulisan ini single yang masuk dalam New Moon. I Belong To You – Muse, yang denger – denger Stephenie Meyer jatuh cinta semati-matinya dengan Muse saat menulis Twilight.</div>
<div id="_mcePaste">The Killers membuka pertemuan saya semasa kerja magang di MTV Sky Jogja, setiap pulang dari sana, meminjam komputer roomate dadakan, saya terpaku dengan remix Mr. Brightsight. Urgh Bagusnya. Video klipnya yang menampilkan tokoh populer yang saya lupa namanya, sungguh mempesona.</div>
<div id="_mcePaste">Kabarnya Band yang beranggotakan anak – anak pekerja keras, mereferensikan musik yang tidak terlalu modern namun naif sekali cara menyanyikannya, urgh, sungguh kejam ia mengejar note demi note.</div>
<div id="_mcePaste">Gitarnya standart, crunch ala marshall, belakangan mereka live dengan amplie HIWATT. Tulisannya keren ya H I W A T T.</div>
<div id="_mcePaste">Apakah ini alternatif amplie baru, dan menyesal lagi, belum pernah coba, damn.</div>
<div id="_mcePaste">Sound padnya yang cenderung synth strings, aku menebak sound ini pasti banyak sekali di Nord Clavia.</div>
<div id="_mcePaste">Esok lagi.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipasadena.com/2010/02/menguak-referensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berulang Tahun Ke 2</title>
		<link>http://budipasadena.com/2010/02/berulang-tahun-ke-2/</link>
		<comments>http://budipasadena.com/2010/02/berulang-tahun-ke-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 09:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Pasadena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipasadena.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Diawali pada tanggal 4 february 2008, budipasadena.com resmi menjadi bayi dunia maya. Awalnya website ini ditujukan untuk blog pribadi dan sarana belajar saya dalam memiliki sebuah “rumah” di internet.
Namun, minat dan panggilan tak lepas dari dunia komputer dan musik, website ini saya pergunakan sebagai virtual music studio &#38; personal workshop for audio yang berisi tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Diawali pada tanggal 4 february 2008, budipasadena.com resmi menjadi bayi dunia maya. Awalnya website ini ditujukan untuk blog pribadi dan sarana belajar saya dalam memiliki sebuah “rumah” di internet.</div>
<div id="_mcePaste">Namun, minat dan panggilan tak lepas dari dunia komputer dan musik, website ini saya pergunakan sebagai virtual music studio &amp; personal workshop for audio yang berisi tentang curhatan saya dalam dunia recording dan pekerjaan.</div>
<div id="_mcePaste">Nista agaknya ketika saya egois menuliskan cerita personal itu di tahun ke dua ini, Saya berencana akan membuat tulisan mengenahi review apa yang terjadi dalam audio recording dan referensial musik yang saya cermati secara pribadi.</div>
<div id="_mcePaste">Beberapa kendala teknis menghadang saya kemudian dilanjutkan gejolak pribadi yang membuat berhenti dipersimpangan “ terlalu lama” he9.</div>
<div id="_mcePaste">Saatnya tulisan – tulisan ini naik kelas, dan sebagai pembaca yang aktif, tersedia untain kolom komentar yang “wajib” Anda isi.</div>
<div id="_mcePaste">Salam,</div>
<div id="_mcePaste">BP</div>
<div id="_mcePaste">NB: sebelumnnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada :</div>
<div id="_mcePaste">1000dunia (all team) yang telah mensupport website ini sampe dengan 2 tahun terakhir ini dan akhirnya website ini mampu berdiri mandiri.</div>
<div id="_mcePaste">Rekan sound engineer &amp; musician yang membuat saya betah untuk menuliskan segala yang kita lakukan bersama.</div>
<p>Berulang Tahun Ke 2<br />
Diawali pada tanggal 4 february 2008, budipasadena.com resmi menjadi bayi dunia maya. Awalnya website ini ditujukan untuk blog pribadi dan sarana belajar saya dalam memiliki sebuah “rumah” di internet.<br />
Namun, minat dan panggilan tak lepas dari dunia komputer dan musik, website ini saya pergunakan sebagai virtual music studio &amp; personal workshop for audio yang berisi tentang curhatan saya dalam dunia recording dan pekerjaan.<br />
Nista agaknya ketika saya egois menuliskan cerita personal itu di tahun ke dua ini, Saya berencana akan membuat tulisan mengenahi review apa yang terjadi dalam audio recording dan referensial musik yang saya cermati secara pribadi.<br />
Beberapa kendala teknis menghadang saya kemudian dilanjutkan gejolak pribadi yang membuat berhenti dipersimpangan “ terlalu lama” he9.<br />
Saatnya tulisan – tulisan ini naik kelas, dan sebagai pembaca yang aktif, tersedia untain kolom komentar yang “wajib” Anda isi.</p>
<p><span id="more-16"></span><br />
Salam,BP<br />
NB: sebelumnnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1000dunia (all team) yang telah mensupport website ini sampe dengan 2 tahun terakhir ini dan akhirnya website ini mampu berdiri mandiri.Rekan sound engineer &amp; musician yang membuat saya betah untuk menuliskan segala yang kita lakukan bersama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipasadena.com/2010/02/berulang-tahun-ke-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://budipasadena.com/2010/02/hello-world/</link>
		<comments>http://budipasadena.com/2010/02/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 13:23:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Pasadena</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budipasadena.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Website ini dalam masa upgrade&#8230;
tunggu
bila ada pertanyaan
say at : budi@budipasadena (.) com
+628562840527
dan kabar buruknya. data 2 tahun yang lalu hilang, akan saya recover dulu

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;,Times,serif;">Website ini dalam masa upgrade&#8230;</span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;,Times,serif;">tunggu</span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;,Times,serif;">bila ada pertanyaan</span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;,Times,serif;">say at : budi@budipasadena (.) com</span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;,Times,serif;">+628562840527</span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;,Times,serif;">dan kabar buruknya. data 2 tahun yang lalu hilang, akan saya recover dulu<br />
</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budipasadena.com/2010/02/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
