Studio Recording Mixing Mastering Kota Solo dengan Sound Engineer Sejak 2001

Music Score for Borobudur – MIDI Programming by Budi Pasadena

Madu, ya… beliau teman saya sewaktu bekerja di perusahaan web development, memberi kabar akan membuat iringan music loop untuk sebuah film presentasi. Setelah menanyakan budget, ia setuju untuk mempercayakan proses arransemen untuk music score-nya.

Tak lama kemudian, Mas Arif sang sutradara memberikan brief melalui telpon. Baik nuansa, tempo dan referensi seperti apa yang akan dibuat.

dan tanpa melihat videonya. (karena saya hanya diberi waktu kurang dari 24 jam dan mereka ada dijogja.)

ini tantangan untuk membuat music scorenya…

coba saya bayangkan relief borobudur.

malam itu saya memutuskan untuk langsung membuat 4 samples musiknya. dan saya preview secara online kepada mas arif. Ada beberapa revisi kecil, dan saya langsung ngebut ngerjaiinya.

ini adalah pengalaman tercepat dalam membuat musik score, dahulu saya pernah ngerjaain arransemen untuk musik iklan yang tayang di televisi lokal dan itu membutuhkan waktu 4 hari. sementara pada saat itu alatnya masih apa adanya.

beruntung semenjak 2009. Budi Pasadena memiliki peralatan dan kualitas SDM untuk mengerjakan proyek music score yang terkenal galak deadline.

thnks kawan…

my Intel Atom (lite edition of my DAW)

today, i bring my netbook (yeah not laptop) to jogja. Riki and i ready to work to a new single. Riki write some lyrics, add guitar track and basic audio demo.

i prepare drum programming uses old software : steinberg grove agent in my netbook. hi9…

usually i  used pro tools for this situation, but only mpowered essential installed in my atom netbook, and they can’t add new virtual instrument…

so i used cubase sx with emu0404 usb beside that.

plugin simulanalog marshall clonning.

and done…

and in this day. i can record more than 20 track audio and 3 virtual instrument in my atom.

enough for me and riki.

and now i ready to transport to my bigger DAW in mainly studio in Solo.

Indonesia Emas

karena sudah lama tidak bekerjasama dengan gilbert, aku coba post ulang lagu ini… dan ada opini diwebsite mengenahi lagu ini.

review dari :

http://arya165.multiply.com/video/item/2/Indonesia_Bootcamp_-_Bersama_Satu_Tujuan_Menuju_Indonesia_Emas

Oleh-oleh dari Jogja Bootcamp 2008, Magister Manajemen UGM. Pop song-nya keren, menggugah semangat. Yang mbikin Gilbert ‘Ibe’ Pohan & Budi Pasadena, diaransemen sm Budi di kamar kostnya, si Ibe take vocal di dalem mobil. Subhanallah! meskipun dalam keterbatasan fasilitas, nggak digarap di studio rekaman yang mungkin butuh biaya muahhhal !! Mereka patut kita acungi jempol!! Salut sama optimasi potensi, proses kreatif dan semangat mereka mewujudkan Indonesia Emas. Lagi2 two thumbs up for you, guys! :)

Aku tak akan diam, menunggu perubahan, aku tak akan diam …
Dunia akan melihat, akulah perubahan, kitalah perubahan

dan ada yang posting liriknya di http://www.lirik-lagu.web.id/i/indonesia-bootcamp/mars-indonesia-bootcamp/

Red Production – Event Organizer in Solo Surakarta

Event Organizer Kota Solo
(Pesta Ulang Tahun, Expo dan Company Gathering)

Red Production
Event Organizer
Jalan dr. Rajiman 475 Solo Surakarta Jawa Tengah 57148
085642209495

Read More

More Photos (production session)

So Serius Sekali? I love sm57

Tips Merekam Audio Di Nuendo

1.   Pastikan sinyal Audio bebas dari noise dan hum. Penyebab dari perasalahan ini adalah, penggunaan kabel dan konektor yang kurang bagus, solderan antar koneksi yang tidak kokoh, kualitas catu daya /   bateray yang dipakai kurang bagus,system grounding yang jelek dan kualitas sumber bunyi itu sendiri.

2.   Pelajari Input Output dari sinyal Anda. Dalam hal ini Anda akan beberapa mengenal jenis sinyal audio yang biasa ada dalam lingkungan recording Audio.

MIC Signal : berasal dari sumber bunyi yang berupa tranduscer yang dapat berbentuk MIC. Untuk merekam bunyi dari MIC, Anda memerlukan pre-amp untuk menambah gain dan mengaktifkan Phantom Power jika Anda menggunakan Mic jenis condenser.

Instrumen Signal : berasal dari sumber bunyi output instrumen dari gitar, bass, biola yang menggunakan PICK UP. Untuk merekam sinyal dari instrumen tadi Anda memerlukan sebuah Direct BOX (DI-BOX) dan pre-amp untuk mendapatkan kualitas sinyal yang baik.

Line Signal : berasal dari sumber bunyi elektronik seperti out dari efek Gitar, Keyboard, Grove Box, Tape Line Out. Anda tinggal mencolokan out dari alat-alat tersebut langsung ke soundcard dengan fasilitas Line In. Anda juga dapat menambahkan pre-amp untuk menambahkan karakter tertentu dan gain yang cukup dan hangat.

Phono Signal : berasal dari sumber bunyi perangkat DJ, biasanya menggunakan colokan Phono RCA. Disini Anda membutuhkan pre-amp Phono agar sinyal yang Anda rekam memiliki gain yang cukup agar dapat ditangkap dengan baik oleh soundcard.

Read More

Digital Audio Workstation

Digital Audio Workstation adalah istilah populer untuk mesin rekaman digital berbasis komputer yang digunakan hampir seluruh musisi dunia untuk merekam materi musik mereka. Kemudahan serta efektivitas dalam rekaman digital membuat salah satu revolusi besar dalam proses produksi musik.

Untuk memulai, mari kita mengenal apa saja yang digunakan dalam membuat produksi musik berbasis digital :

1. Kebutuhan

Dari kebutuhan kita akan tau akan belajar apa dan darimana memulai digital recording. Apakah Kamu mau merekam Vokal, Gitar Bolong / Akustik, atau merekam MIDI. Dari analisa kebutuhan Kamu akan tau hal apa saja perlu Kamu siapkan.

2. Persiapkan Apa yang Kamu punya dan Apa yang Kamu ingin beli

Cek list alat musik apa saja dimiliki termasuk kabel-kabel dan mic karaoke Kamu. Dari sini akan muncul list kebutuhan yang perlu dibeli. Read More

Fone – Binggung Binggung Binggung (Demo Tape I) March 2011

http://soundcloud.com/budipasadena/fone-binggung-bingung-bingung (langsung klik saja)

Fone – Binggung Bingung Bingung by budipasadena

10 Kilas Analisis Rekaman berjudul Melati.

by Budi Pasadena on Tuesday, September 21, 2010 at 4:00pm

Guys, setelah jalan – jalan mencari hukum dasar audio dan arransemen, akhirnya aku berusaha menemukan jalur teknis yang tersembunyi ketika kita garap Melati dulu.

  1. saat itu kita rekaman pake system Roland VS2480 yang notabene standalone recording yang tidak butuh komputer yang berisi software bajakan yang pernah kita pake dalam ngerjain dan mengolah demo akhir2 ini. Efeknya musik kita terdengar lebih halal dan ringan. Begitu juga dengan sinyal yang terekam, data wave pada VS sinyalnya lebih bagus dan tercapture sesuai kalibrasi analog (-18 – 12dBFS) yang membuat soundnya open dan sangat enak kalo diputar keras. Berbeda saat rekaman pake komputer, banyak dari kita yang tidak gagas besarnya sinyal yang masuk, terlalu over (-3dBFS bahkan peak merah kita cuek2 aja) ini yang menyebabkan suara yang dihasilkan sangat2 loud dan tidak open.  Dan hebatnya kita hanya perlu pake track 23 – 24 saja. Sangat irit berbeda dengan session rekaman yang kita pake di Sonar dan Session Pro Tools distudio jakarta itu. Kalo kesampaian, kita rekaman di Lokananta pakai mixer analog Tridentnya itu…Yummi
  2. waktu itu diantara kita masih berpikir penuh pada alat yang kita pegang rekaman, mengoptimalisasi drum, bass, gitar dan keyboard seadanya. Tidak manja pada fasilitas editing, adanya take lagi berulang2. hasilnya menurutku humanis sekali.
  3. Secara finansial, rekaman di tempat ini adalah demo termahal yang pernah kita buat. Padahal dulu sama – sama masih kuliah dan masih yang banyak belum punya motor dan gadget futuristik ala remaja metropolitan. Kesimpulannya, miskin atau kaya tidak ada korelasinya dengan hasil karya. Yang dibutuhkan personal spirit yang kuat.
  4. dari sisi rekaman, jaman dulu kita pake drum module buat ngakalin suara kick drum bang jimin yang suaranya ra enak blas. Seingatku pake Alesis D4. hal ini berbeda dengan demo masa kini yang drumnya sengaja aku replace dan mix dengan drumagog. Satunya hardware dan satunya software. Dan begitulah soundnya.
  5. dulu rekaman gitar dan bass pake system direct smua, kemarin bang daksa bilang dia tidak pake gitar sendiri untuk isi part gitarnya (bener?) seingatku udah punya dan pake efek ME33 itu belum? Dan Niko isi bassnya pake bass studio, dan kalo ga lupa di colok direct ke VS atau lewat behringer bass efek rack? Atau kebalik.? Berbeda dengan isian gitar era demo sekarang yang kebanyakan pake metode double take dengan pan ekstrim L:R.  Semakin kesini teknik ini membosankan dan ternyata tidak dipake di lagu Melati yang isian gitarnya berbeda di kiri dan kanan.
  6. dulu kita pake automationnya manual, alias muter langsung di knob efek hardware seperti delay ala radiohead itu, terus samplingnya pake bawaan keyboard yang diajust secara manual didalam keyboardnya tanpa bantuan VSTi / Reason seperti sekarang. Era ini membuatku kangen dalam utak2 atik sound langsung pada hardwarenya tidak menggunakan mouse dan layar monitor itu.
  7. Jaman itu, autotune belum terinstal dalam VS. jadi vocalnya masih mentah, dan jika ada yang fals kita memanfaatkan harmony dari back vocal yang ampuh nutupin kalo lead voc sedang berkelana diluar range nada. Beda jaman sekarang yang jadi andalan melodyne dan waves tune yang lagi2 mengandalkan fasilitas editing by software.
  8. Pada saat mixing, kita duduk2 bareng dalam studio dan memutuskan detail setiap detiknya, dari pengaturan delay, reverb dan equalizer kita yang aneh2. seingatku untuk nyelesain mix melati kita butuh waktu 3 bulan, disamping banyak maunya, duit buat bayar ongkos mixnya nyicil dari sisa uang bensin dan makan.
  9. Pada saat itu, kita belum punya mp3 player seperti HP pada jaman masa kini, alhasil telinga kita mesti muter lagu dari komputer / tape yang dibunyikan pada speaker  medium dan besar. Hasilnya saat kita bikin musik, kita bisa bikin musik yang ringan dan tidak overcompress. Berbeda bila kita sudah terbiasa dengan MP3 player dengan mini speakernya, suaranya kompressan semua dan dynamic musiknya jadi berat dan bikin capek bila didenger sering2. tidak legendaris soundnya.

10.  dan yang terakhir, referensi musik saat itu sedang luar biasa. Sangat berenergi dan media dalam negeri masih menyiarkan materi dari luar. Alhasil musiknya variatif dan penuh kejutan dan lebih out of the box. Berbeda dengan sekarang yang tiap jamnya memutar acara musik yang notabene sama, dan cara mendengar kita dipaksa untuk mendengar itu2 saja, yang akhirnya berpengaruh dalam membuat dan memainkan musik yang itu2 saja.

Inti dari penulisan kilas ini sebagai review pribadi dalam workflow yang kita kerjakan selama ini agar tidak overproduce dimasa mendatang. Read More

Live Sound Enviroment

Setiap pertujukan musik yang menggunakan sistem tata suara pasti mengenal profesi Live Sound Engineer. Atau kalo orang awam bilang Operator atau SoundMan.

Meskipun menurut saya istilah operator sedikit kurang asyik dan cenderung diremehkan pada tata suara pertunjukan live musik, namun tugas dari live sound engineer tidak kalah penting layak pemain musik itu sendiri. Bahkan mereka dianggap sebagai anggota band ke-lima jika band kamu bernama The Beatles.

Live Sound Engineer memiliki tugas penting dalam mengoperasikan peralatan tata suara pertunjukan. Beliau mengatur dan menata segala kebutuhan teknis yang berhubungan dengan kebutuhan musisi dan penonton yang menjadi konsumen atas segala bunyi yang mereka dengarkan dalam setiap pertunjukan musik.

Didalam Live Sound Enginner, ada beberapa macam posisi yang mesti dikenal :

FOH Live Sound Engineer

Beliau bertugas mengatur tata suara yang diperdengarkan kepada penonton yang hadir. Biasanya mereka nongkrong di tenda kecil di antara penonton. Mengatur mixer utama yang berukuran besar dan menjadikan sebuah pertunjukan semakin berarti dengan mengatur speaker di kanan kiri panggung yang gede – gede itu sehingga bunyinya baik dan asyik.

FOH Live Sound Engineer harus bisa menangkap detail musik yang ingin ditonjolkan kepada penonton. Jadi ia menyampaikan makna – makna musikal melalui pengolahan bunyi dan karakter instrument dan suara yang dimainkan oleh musisi.

Bisa dibayangkan kalo kerjanya asal – asalan, bisa ditimpukin penonton yang sudah rela bayar tiket pertunjukan.  Apalagi kalo pengaturan tata suaranya ga jelas dan kacau untuk didengar, bisa – bisa si Artis di cemooh dan pihak EO tidak mendapatkan sponsor lagi.

Monitor Sound Engineer

Beliau bertugas mengatur tata suara yang berada di panggung / stage. Mereka mengatur mixer yang terletak disini kanan atau kiri panggung yang diperdengarkan melalui speaker yang diletakkan berjejer di depan para artis yang nantinya akan dijadikan musisi untuk mendengarkan permainan mereka sendiri. Biasanya kalo anak band mendengar suara yang dihasilkan diatas stage saat peform jelek, mereka akan marah – marah dan kehilangan mood, suara terdengar fals dan tidak on tempo, alias mainnya kacau karena mereka tidak bisa mendengarkan suara permainannya sendiri dan temen – temen satu bandnya.

Kalo pemainnya maennya kacau, pasti timbul kerusuhan yang akhirnya bisa menimbulkan korban jiwa.

Broadcast Sound Enginer

Beliau bertugas mengatur tata suara yang berhubungan dengan sistem broadcast yang digunakan dalam sebuah show. Misalnya ada pertunjukan di lapangan Kridosono dan kemudian ditayangkan secara langsung melalui media televisi swasta, maka suara yang kamu dengar pada saat nonton televisi dikamarmu bareng keluarga & pacar  adalah hasil kerja pengaturan mixer tata suara oleh broadcast sound engineer.

Pacar kamu pesti ngedumel kalo suara MC idolanya di TV ga terdengar jelas, atau bahkan saat gambar vokalisnya udah tayang, kok suaranya ga terdengar dan terkesan vokalisnya komat – kamit ga karuan? Inilah salah satu tugas si Broadcast Sound Engineer membuat setiap suara yang ada di televisi terdengar jelas.

Live Concert Recording Sound Engineer

Kalo gemar beli CD / DVD yang berisi Live Version dari sebuah album studio yang biasanya terdengar suara riuh penonton yang histeris dan fenomenal, ditambah aksi – aksi permainan musik yang ekpresif dan eksperimental bahkan terdengar sangat istimewa adalah hasil karya Live Concert Recording Sound Enginner. Mereka merekam setiap pertunjukan live concert musik dan kadang menjadikannya album versi Live yang sangat collectible. Live Concert Recording Sound Enginner berperan penting dalam mendokumentasikan setiap peform artis disebuah tempat spesial.

Kalo ga ada mereka, kita ga bakalan dengar peform The Beatles di era 60-an. Hasil rekaman live concert menjadi sangat monumental dan memiliki nilai momen yang tidak bisa diulang dimasa kapanpun. Toh kita tidak mungkin menyaksikan kembali aksi The Beatles diera 2000an, karena 3 pemainnya telah tiada.

Begitu penting peranan live sound engineer dalam sebuah pertunjukan musik dan layaknya setiap unsur didalamnya menghargai dan membutuhkan kerja sama yang baik dan bermutu demi peningkatan kualitas pertunjukan yang ada di Indonesia.

Salam Audio.

kalo ada kekurangan, menambahkan lewat comment adalah salah satu usaha kita untuk mengangkat kualitas pertunjukan musik.

LP recording setup

With A Thousand Suns, their most ambitious and divergent album yet, Linkin Park blaze a new trail for alternative rock

“We wanted to create something that’s challenging to us, not fall back on the things we’re used to doing. So we threw the rule book out the window, and when it felt we should go left, then we should probably go right instead.”

Chester Bennington and the rest of Linkin Park are sitting onstage at the Music Box Theatre in Hollywood, fielding questions from a packed house of fan club members, music press, and VIP guests about their newest full-length, A Thousand Suns. For the 47 minutes prior to the Q&A, the band debuted the album in its entirety, synced with a laser light show that would enthrall even the most seasoned raver. With nearly half the songs containing up-tempo BPMs and dance music cadences—not to mention the noticeable absence of anthemic rock guitar hooks and only three tracks featuring raps by Mike Shinoda—the experience couldn’t help but accentuate the differences between this and Linkin Park’s previous body of work. With the exception of Bennington’s trademark guttural screams, any resemblance to the rap rock genre they helped define has been rinsed out. Intensity and ferocious introspection are still the endgame, but the path has changed. And when that path is lined with more than 50 million album sales, two Grammys, and nine Number One singles on the Billboard Alternative Chart, throwing the rule book out the window takes more than a simple leap of faith.

THE CATALYST Read More

hardware tidak berbicara, software tidak mendengar, manusia bisa bicara dan mendengar!

hardware tidak berbicara, software tidak mendengar, manusia bisa bicara dan mendengar!

sebuah wacana tak harus didengar dan dibicarakan, namun harus dilakukan atas hati dan pikiran yang jujur. seperti hardware dan software, sangat terlogika dan jujur namun tidak begitu dengan manusianya.

Review Soundcard untuk Pro Tools 9. Hidup Native!

By Budi Pasadena · Thursday, February 10, 2011

http://airusersblog.squarespace.com/pro-tools-9-hardware-checker/

creative soundblaster juga ikutan dicek lho!…

smoga berguna

ps. kalo mau nambahin katanya juga bisa

Sudka Hua (nice song and mix)

in this week, i observed india music industry. and Sudka Hua one my favorite song. they can adapt american music style but also add etnic tracks. it sounding so natural…. and dont forget they can bring it so nice in movie soundtracks

Recomended Book

Pro Tools 8: Music Production, Recording, Editing and Mixing by Mike Collins

Bagi yang mau tertarik mempelajari dan praktek dari buku ini bisa kontak saya ya.

sampe ketemu di studio

http://www.myplaycity.com/top_games/

Disini banyak dibagikan game2 bagus untuk mengisi sela waktu mixing, biar ga stress, mixingan jdi tanpa revisi.

salam.

Menjadi Team Penguji Di Hendri Music Course

Minggu pagi, saya dan dio mendapatkan kesempatan menjadi team penguji, 50 anak berbakat dari Hendri Music Course Solo. Kriteria penilaian berupa teknik permainan, keterampilan memainkan lagu serta hearing ability.

Karakter mereka yang begitu variatif, energik dan memainkan nada dengan keindahan individu yang menjadi kandidat musisi masa depan. Materi yang dimainkan mulai dari lagu sederhana, sampai komposisi hasil seniman populer.

Tidak ada dari anak didik mas Hendri, ada beberapa dari murid teman lama Bertha / Eta yang ikut serta dalam evaluasi ujian yang dimulai pukul 08.00 pagi.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Memilih Sound Engineer dengan tepat

Memilih Sound Engineer dengan tepat

Mengenal sound engineer dalam mengerjakan proyek kreatif musik seperti band & film mixing adalah step pertama dalam memilih kemana pre, production & post production dikerjakan.

Sound Engineer yang layaknya dikenal dengan bahasa “operator” menjadi penting saat para musisi dan sutradara mengalihbahasakan keinginan kreatif mereka tentang sound agar mampu diterima maksud oleh audiens.

Sound Engineer harus tahu betul SELERA, CARA BERFIKIR serta MEMANJAKAN telinga orang yang mendengar hasil karyanya. Kadang Sound Enginner tidak berbicara mengenahi teknis dan teknis, namun pendekatan secara personal dan penyajian selera yang pas akan menjadi nilai tambah yang harus diketahui dan diminta oleh para pelaku musik / suara kreatif dengan balutan professional. Anak band tidak harus melulu menuntut murah, cepat, instan namun mereka mengerti betul apa yang mereka bayarkan untuk dapat memenuhi selera mereka yang hendak dimunculkan dalam CD oleh tangan dan telinga emas Sound Engineer.

Sound Enginner yang baik selalu memiliki selera yang bagus, up to date (baik teknologi dan perkembangan musik) serta bersifat solutif. Tidak cenderung pasrah, menjelek-jelekan klien dan rekan kerjanya, atau bahkan sok tahu dan menjilat dengan harga yang murah tanpa harus tahu selera apa yang sedang ia kerjakan.

Tanyakan kepadanya seberapa jauh Sound Engineer Anda mengusai dan “mengerti” musikmu, berapa lama ia kenal betul dengan hardware & software yang ia pakai, meskipun yang dia pake bukan versi yang terbaru. Tanyakan padanya tentang dukungan teknis dan saran solutif tentang musik yang Anda garap. Percayakan urusan teknis kepadanya, sampai Anda bilang, “inilah sound yang saya pengen”. Dan terakhir buatlah rencana kerja yang menarik dan asyik bagi kedua belah pihak.

So, apakah Anda kenal dengan baik Sound Enginner Anda? Atau kenal tarif murahnya saja?

Nista jika Anda menjawab tanya yang kedua.

Salam.

ISA,PCI,USB and Ethernet

ISA,PCI,USB and Ethernet

2001

ISA AZTECH seharga 45rb, meledak setelah kabel output yang disolder sendiri korslet.

ISA OPTI seharga 55rb, drivernya error pada windows 95, alhasil nyalanya pincang.

2004

ISA Soundblaster 64, beli second 55rb, lumayan mengenal soundfont dan multiple output, seneng bisa buat output untuk headphone sendiri. Seluruh materi lagu pasadena direkam disoundcard ini dan selalu lolos masuk radio lokal dan festival.

2006

PCI Soundblaster Audigy 2, Asyik dapat soundcard yang mulai dukung ASIO walau selalu di 48Khz. Udah nyobain VSTi dan OMG keyboard jadul suaranya bisa ganti – ganti. Baru tahu kalo ini namanya softsynth.

2008

Punya soundcard professional EMU 0404 USB2.0. Recording dimana-mana, SPDIFnya keren abis.

2009

Ethersound. ES220, ES8MIC dan LX6464. ringan banget recording 32channel simultan, tahan banting dan berbagai suhu.

Aurora 8, jernih dan seperti punya laut dan LT-HD membunuh penasaran mengenahi ProToolsHD2

2010

M-Audio Delta, buat jalanin PT dan kasih kursus orang yang pengen belajar software Pro Tools.

Next

Soundcard with USB3 & Firewire 800

Vocal Editing

Seringkali band memandang take vokal adalah proses rekaman yang paling mudah. Nantinya bisa diedit, nyanyi sebisanya ada.

Mungkin perlu disadari, bahwa vokal adalah elemen utama dalam sebuah lagu, misal musik pop/rock, mix untuk vocal berada pada level paling depan.

Beberapa yang sering menjadikan kesalahan pada take vocal:

Fals, ini merupakan nightmare bagi setiap musisi, baik yang pro & beranjak populer. Artikulasi vokal dan ketepatan nada adalah harga mati dalam proses recording vokal. Memang adalah tools editing vocal, namun ini bukan senjata andalan terakhir. Fals juga dapat disebabkan oleh kondisi tubuh yang sedang tidak sehat, mood vokalis yang acak-acakan, serta memang nada dasarnya tidak tepat untuk range vokalis. Hanya latihan dan jam terbang manggung untuk mendapatkan hasil yang paling maksimal dari seorang vokalis.

Sinyal – sinyal yang menggangu seperti : noise, hum dan bocoran suara metronome dan instrument lainnya dari headphone pada take vokal. Kadang vokalis tidak memakai headphone dengan benar. Gangguan inilah yang menyebabkan mixing process jadi susah. Ketika akan mengaplikasikan pada vocal editing dan compression maka gangguan tadi akan semakin kentara dan susah untuk dihindarkan.

Track vocal yang kurang variatif, yakni vokalis hanya take 1 track saja, tanpa ada spare track untuk variasi dan backing vocal. Ini sering terjadi pada musisi baru. Hal ini akan menyulitkan jika dalam satu track tadi ada cacat yang tidak bisa dihindarkan, seperti overload / pecah sinyalnya. Biasakan merekam vokal minim 2 track untuk cadangan bila hal ini terjadi.

Untuk backing vocal bisa merekam secara stereo, berbagai tingkat harmony (nada tinggi, rendah) agar lagu Anda semakin kaya.

Gangguan vokal tadi hanya dapat diminimalisir bukan dihilangkan secara penuh. Seperti menggunakan tools : Antares Auto Tune untuk realtime pitch correction. Fitur humanize mumpuni mengkoreksi track vocal fals ringan. Saya menggunakan Melodyne untuk editing secara manual, simple dan beberapa wajah vokalis terlihat sumringah melihat tracknya dibedah.

Tools lain seperi denoiser dan dehum digunakan apabila koneksi distudio kurang baik. Tidak terlalu ekstrem penggunaannya, agar tidak merusak materi asli dari track vokal.

Ada vocal yang fals, coba kulik dengan tools diatas, jika kesulitan tanyakan saja melalui kotak comments dibawah ini.

LOKANANTA – ABBEY ROAD-nya Indonesia

Indonesia punya tempat legend lagi, khususnya bidang recording yang bisa dibilang “abbey roadnya” Indonesia. Tempat ini diklaim sebagai anggota Asiri aktif no.1, yang artinya bisa dibilang sebagai studio rekaman pertama di bumi tanah air.

Kebetulan lokasinya di Solo Jawa Tengah, dulunya studio ini dipakai oleh negara untuk membuat & mendistribusikan master rekaman dari RRI daerah untuk diputar diseluruh nusantara. Jadi master audio pada saat itu ada disini semua, dari pidato Bung Karno sampai lagu Terang Bulan master dalam bentuk PH yang tersimpan rapi di museumnya.

Begitu masuk, aura legendnya udah terasa. Dari jimat audionya yang barang vintage, koleksi gamelan jaman Diponegoro, dan tentunya sound dari akustik yang keren.

Ruang Take, Luasnya minta ampun, set drumnya kelihatan kecil bgt. Bisa pemanasan dulu sambil maen futsal.

CONTROL ROOM

Speaker dua generasi. UREI & MACKIE, perlu 4 orang untuk angkut speaker UREI yang posisinya di gantung itu.

UREI 801, saat Iwan Fals diperdengarkan di speaker ini, ga mau balik rumah,

diem aja, bingung mau ngomong apa ….

TRIDENT

Disinilah gamelan Jawa dimasak gain serta karakternya dengan mixer

Inggris.

Mas Andi menceritakan saya dengan detail studio ini, beliau menyambut saya dengan sangat baik, sabar saya siksa dengan banyak pertanyaan dan muter – muter distudio yang luasnya bisa dipake buat maen futsal.

Mas Andi, sound enginner yang jatuh cinta dengan musik karawitan dan gamelan, banyak sekali institusi dalam / luar negeri yang ingin sekali belajar gamelan disini, membuat saya malu karena tidak bisa maen gamelan yang notabene dari negeri sendiri.

Beliau juga yang merangkai alat ini dari gudang, memperbaiki serta menyolder sendiri komponen – komponen yang rusak, maklum alat-alat ini sempat nongkrong di gudang selama 10tahun, “mas, biyen mic Neuman itu gur digletakke ning ngisor”. (dulu, mic Neuman cuman digletakan dilantai), karena banyak orang yang ga ngerti.

Bahkan anak muda jaman sekarang menyangsikan mixer Trident dengan kalimat, “mas ini mixer buatan sendiri ya? Kok dari kayu semua,”.

Terasa betul, banyak yang kurang ngerti alat-alat ini, mungkin karena sudah computerized semua, dan GUI modern itu sering menipu telinga dengan gambar bagus.

Mas Andi merenovasi studio ini setelah tidur panjangnya, mulai dari memperbaiki akustik yang rebutan sama rayap, kabel – kabel yang sudah usang, ditemani manual booknya. Hwewhwwpwpw…

“Belum lagi kalo ada yang ngambek alat-alatnya. Harus pinter – pinter “kulo nuwun” mas…”

Selain bangunan studio ini, ada bangunan disampingnya yang menyimpan puluhan Piringan Hitam yang sudah layak dijadikan museum rekaman asli Indonesia.

Saat ini studio Lokananta sudah dibuka untuk umum, baik untuk take recording, mixing serta penggandaan, dan sangat terjangkau. Ga perlu ditanyakan sapa aja yang pernah rekaman disini kan?

Kalo ada kesempatan, maen ke Solo dan rasakan salah satu Wisata Audio Indonesia yang sebenarnya. Ini adalah kebanggaan Sound Enginner Indonesia.

Keyz – Keyboard Class with Recording Technique For Beginner

Keyz,membuka kursus keyboard untuk anak, dewasa atau siapapun yang ingin belajar secara cepat dan siap untuk masuk dapur rekaman berbasis kurikulum modern. Keyz menyediakan beberapa pilihan program kelas yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat siswa dengan biaya yang sangat terjangkau.

Full Keyz
Untuk siswa yang menginginkan kurikulum dasar bermain keyboard dengan kelas regular.
Pertemuan : 45 menit, 4X/bulan untuk 6 bulan
Biaya : Rp.120.000/bulan

Octave Keyz
Untuk siswa yang menginginkan kurikulum dasar bermain keyboard dengan kelas akselerasi.
Pertemuan : 60 menit, 8X/bulan untuk 3 bulan
Biaya : Rp.215.000/bulan

Expresso Keyz
Untuk siswa yang belajar keyboard untuk bermain lagu hits masa kini
Pertemuan : 45 menit, 4X/bulan
Biaya : Rp.100.000/bulan

Kids Keyz (FOR CHILDREN 4-8 YEARS)
Perkenalan alat musik keyboard untuk anak – anak untuk melatih kecerdasan dan menuju level permainan yang lebih tinggi. Orang tua siswa akan mendapat rapor bulanan mengenahi perkembangan musik anak.
Pertemuan : 45 menit, 4X/bulan
Biaya : Rp.160.000/bulan

MIDI Programming Keyz
sntuk siswa yang memperdalam MIDI Programming berbasis digital recording
Pertemuan : 45 menit, 4X/bulan untuk 3 bulan
Biaya : Rp.225.000/bulan

sign up fee : Rp.60.000
free lesson module
Read More

Recording Technique For Guitarist / Bassist

Program yang didesain untuk gitarist/bassist untuk memperkenalnya pada ranah digital audio recording terkini.

Modul pembelajaran

1. Digital Recording Guitarist Introduction
- digital domain
- sample rate & bit rate
- input output (cables & connector) & pick – up impedance
- pre-amps instrument & recording

2. Roll & Take
- prepare for guitar recording
- miking recording technique
- direct recording technique

3. VST Amp Modelling
- set-up the Virtual Studio Technology & Digital Audio Workstation
- Amp modelling kinds

4. Tracking Technique
- mono & stereo take
- punch in punch out
- ADT / Delay
- Basic Editing

5. Troubleshooting

Read More

Silahkan menulis pertanyaan disini

bila ada pertanyaan mengenahi home recording silakan tanya disini ya….

Dubbing Pada Film

Melihat film koleksi Warkop DKI, saya mencoba membayangkan teknis produksi saat itu, terutama pada proses syuting dan suara yang dihasilkan dari film yang menjadi langganan tampil saat hari raya Lebaran. Aspek foley, tatanan musik dan lagu theme song sungguh sangat custom khususnya film era pertama kali mereka muncul di layar lebar dan sebelum era adegan ajakan ke pantai yuk don. Read More