STUDIO RECORDING REKAMAN MIXING MASTERING MUSIK BAND PENYANYI FILM SOLO BERPENGALAMAN
hardware tidak berbicara, software tidak mendengar, manusia bisa bicara dan mendengar!
sebuah wacana tak harus didengar dan dibicarakan, namun harus dilakukan atas hati dan pikiran yang jujur. seperti hardware dan software, sangat terlogika dan jujur namun tidak begitu dengan manusianya.
http://airusersblog.squarespace.com/pro-tools-9-hardware-checker/
creative soundblaster juga ikutan dicek lho!…
smoga berguna
ps. kalo mau nambahin katanya juga bisa
in this week, i observed india music industry. and Sudka Hua one my favorite song. they can adapt american music style but also add etnic tracks. it sounding so natural…. and dont forget they can bring it so nice in movie soundtracks
Pro Tools 8: Music Production, Recording, Editing and Mixing by Mike Collins
Bagi yang mau tertarik mempelajari dan praktek dari buku ini bisa kontak saya ya.
sampe ketemu di studio
Disini banyak dibagikan game2 bagus untuk mengisi sela waktu mixing, biar ga stress, mixingan jdi tanpa revisi.

salam.
Minggu pagi, saya dan dio mendapatkan kesempatan menjadi team penguji, 50 anak berbakat dari Hendri Music Course Solo. Kriteria penilaian berupa teknik permainan, keterampilan memainkan lagu serta hearing ability.
Karakter mereka yang begitu variatif, energik dan memainkan nada dengan keindahan individu yang menjadi kandidat musisi masa depan. Materi yang dimainkan mulai dari lagu sederhana, sampai komposisi hasil seniman populer.
Tidak ada dari anak didik mas Hendri, ada beberapa dari murid teman lama Bertha / Eta yang ikut serta dalam evaluasi ujian yang dimulai pukul 08.00 pagi.
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
Memilih Sound Engineer dengan tepat
Mengenal sound engineer dalam mengerjakan proyek kreatif musik seperti band & film mixing adalah step pertama dalam memilih kemana pre, production & post production dikerjakan.
Sound Engineer yang layaknya dikenal dengan bahasa “operator” menjadi penting saat para musisi dan sutradara mengalihbahasakan keinginan kreatif mereka tentang sound agar mampu diterima maksud oleh audiens.
Sound Engineer harus tahu betul SELERA, CARA BERFIKIR serta MEMANJAKAN telinga orang yang mendengar hasil karyanya. Kadang Sound Enginner tidak berbicara mengenahi teknis dan teknis, namun pendekatan secara personal dan penyajian selera yang pas akan menjadi nilai tambah yang harus diketahui dan diminta oleh para pelaku musik / suara kreatif dengan balutan professional. Anak band tidak harus melulu menuntut murah, cepat, instan namun mereka mengerti betul apa yang mereka bayarkan untuk dapat memenuhi selera mereka yang hendak dimunculkan dalam CD oleh tangan dan telinga emas Sound Engineer.
Sound Enginner yang baik selalu memiliki selera yang bagus, up to date (baik teknologi dan perkembangan musik) serta bersifat solutif. Tidak cenderung pasrah, menjelek-jelekan klien dan rekan kerjanya, atau bahkan sok tahu dan menjilat dengan harga yang murah tanpa harus tahu selera apa yang sedang ia kerjakan.
Tanyakan kepadanya seberapa jauh Sound Engineer Anda mengusai dan “mengerti” musikmu, berapa lama ia kenal betul dengan hardware & software yang ia pakai, meskipun yang dia pake bukan versi yang terbaru. Tanyakan padanya tentang dukungan teknis dan saran solutif tentang musik yang Anda garap. Percayakan urusan teknis kepadanya, sampai Anda bilang, “inilah sound yang saya pengen”. Dan terakhir buatlah rencana kerja yang menarik dan asyik bagi kedua belah pihak.
So, apakah Anda kenal dengan baik Sound Enginner Anda? Atau kenal tarif murahnya saja?
Nista jika Anda menjawab tanya yang kedua.
Salam.
ISA,PCI,USB and Ethernet
2001
ISA AZTECH seharga 45rb, meledak setelah kabel output yang disolder sendiri korslet.
ISA OPTI seharga 55rb, drivernya error pada windows 95, alhasil nyalanya pincang.
2004
ISA Soundblaster 64, beli second 55rb, lumayan mengenal soundfont dan multiple output, seneng bisa buat output untuk headphone sendiri. Seluruh materi lagu pasadena direkam disoundcard ini dan selalu lolos masuk radio lokal dan festival.
2006
PCI Soundblaster Audigy 2, Asyik dapat soundcard yang mulai dukung ASIO walau selalu di 48Khz. Udah nyobain VSTi dan OMG keyboard jadul suaranya bisa ganti – ganti. Baru tahu kalo ini namanya softsynth.
2008
Punya soundcard professional EMU 0404 USB2.0. Recording dimana-mana, SPDIFnya keren abis.
2009
Ethersound. ES220, ES8MIC dan LX6464. ringan banget recording 32channel simultan, tahan banting dan berbagai suhu.
Aurora 8, jernih dan seperti punya laut dan LT-HD membunuh penasaran mengenahi ProToolsHD2
2010
M-Audio Delta, buat jalanin PT dan kasih kursus orang yang pengen belajar software Pro Tools.
Next
Soundcard with USB3 & Firewire 800
Seringkali band memandang take vokal adalah proses rekaman yang paling mudah. Nantinya bisa diedit, nyanyi sebisanya ada.
Mungkin perlu disadari, bahwa vokal adalah elemen utama dalam sebuah lagu, misal musik pop/rock, mix untuk vocal berada pada level paling depan.
Beberapa yang sering menjadikan kesalahan pada take vocal:
Fals, ini merupakan nightmare bagi setiap musisi, baik yang pro & beranjak populer. Artikulasi vokal dan ketepatan nada adalah harga mati dalam proses recording vokal. Memang adalah tools editing vocal, namun ini bukan senjata andalan terakhir. Fals juga dapat disebabkan oleh kondisi tubuh yang sedang tidak sehat, mood vokalis yang acak-acakan, serta memang nada dasarnya tidak tepat untuk range vokalis. Hanya latihan dan jam terbang manggung untuk mendapatkan hasil yang paling maksimal dari seorang vokalis.
Sinyal – sinyal yang menggangu seperti : noise, hum dan bocoran suara metronome dan instrument lainnya dari headphone pada take vokal. Kadang vokalis tidak memakai headphone dengan benar. Gangguan inilah yang menyebabkan mixing process jadi susah. Ketika akan mengaplikasikan pada vocal editing dan compression maka gangguan tadi akan semakin kentara dan susah untuk dihindarkan.
Track vocal yang kurang variatif, yakni vokalis hanya take 1 track saja, tanpa ada spare track untuk variasi dan backing vocal. Ini sering terjadi pada musisi baru. Hal ini akan menyulitkan jika dalam satu track tadi ada cacat yang tidak bisa dihindarkan, seperti overload / pecah sinyalnya. Biasakan merekam vokal minim 2 track untuk cadangan bila hal ini terjadi.
Untuk backing vocal bisa merekam secara stereo, berbagai tingkat harmony (nada tinggi, rendah) agar lagu Anda semakin kaya.
Gangguan vokal tadi hanya dapat diminimalisir bukan dihilangkan secara penuh. Seperti menggunakan tools : Antares Auto Tune untuk realtime pitch correction. Fitur humanize mumpuni mengkoreksi track vocal fals ringan. Saya menggunakan Melodyne untuk editing secara manual, simple dan beberapa wajah vokalis terlihat sumringah melihat tracknya dibedah.
Tools lain seperi denoiser dan dehum digunakan apabila koneksi distudio kurang baik. Tidak terlalu ekstrem penggunaannya, agar tidak merusak materi asli dari track vokal.
Ada vocal yang fals, coba kulik dengan tools diatas, jika kesulitan tanyakan saja melalui kotak comments dibawah ini.
Indonesia punya tempat legend lagi, khususnya bidang recording yang bisa dibilang “abbey roadnya” Indonesia. Tempat ini diklaim sebagai anggota Asiri aktif no.1, yang artinya bisa dibilang sebagai studio rekaman pertama di bumi tanah air.
Kebetulan lokasinya di Solo Jawa Tengah, dulunya studio ini dipakai oleh negara untuk membuat & mendistribusikan master rekaman dari RRI daerah untuk diputar diseluruh nusantara. Jadi master audio pada saat itu ada disini semua, dari pidato Bung Karno sampai lagu Terang Bulan master dalam bentuk PH yang tersimpan rapi di museumnya.
Begitu masuk, aura legendnya udah terasa. Dari jimat audionya yang barang vintage, koleksi gamelan jaman Diponegoro, dan tentunya sound dari akustik yang keren.
Ruang Take, Luasnya minta ampun, set drumnya kelihatan kecil bgt. Bisa pemanasan dulu sambil maen futsal.
CONTROL ROOM
Speaker dua generasi. UREI & MACKIE, perlu 4 orang untuk angkut speaker UREI yang posisinya di gantung itu.
UREI 801, saat Iwan Fals diperdengarkan di speaker ini, ga mau balik rumah,
diem aja, bingung mau ngomong apa ….
TRIDENT
Disinilah gamelan Jawa dimasak gain serta karakternya dengan mixer
Inggris.
Mas Andi menceritakan saya dengan detail studio ini, beliau menyambut saya dengan sangat baik, sabar saya siksa dengan banyak pertanyaan dan muter – muter distudio yang luasnya bisa dipake buat maen futsal.
Mas Andi, sound enginner yang jatuh cinta dengan musik karawitan dan gamelan, banyak sekali institusi dalam / luar negeri yang ingin sekali belajar gamelan disini, membuat saya malu karena tidak bisa maen gamelan yang notabene dari negeri sendiri.
Beliau juga yang merangkai alat ini dari gudang, memperbaiki serta menyolder sendiri komponen – komponen yang rusak, maklum alat-alat ini sempat nongkrong di gudang selama 10tahun, “mas, biyen mic Neuman itu gur digletakke ning ngisor”. (dulu, mic Neuman cuman digletakan dilantai), karena banyak orang yang ga ngerti.
Bahkan anak muda jaman sekarang menyangsikan mixer Trident dengan kalimat, “mas ini mixer buatan sendiri ya? Kok dari kayu semua,”.
Terasa betul, banyak yang kurang ngerti alat-alat ini, mungkin karena sudah computerized semua, dan GUI modern itu sering menipu telinga dengan gambar bagus.
Mas Andi merenovasi studio ini setelah tidur panjangnya, mulai dari memperbaiki akustik yang rebutan sama rayap, kabel – kabel yang sudah usang, ditemani manual booknya. Hwewhwwpwpw…
“Belum lagi kalo ada yang ngambek alat-alatnya. Harus pinter – pinter “kulo nuwun” mas…”
Selain bangunan studio ini, ada bangunan disampingnya yang menyimpan puluhan Piringan Hitam yang sudah layak dijadikan museum rekaman asli Indonesia.
Saat ini studio Lokananta sudah dibuka untuk umum, baik untuk take recording, mixing serta penggandaan, dan sangat terjangkau. Ga perlu ditanyakan sapa aja yang pernah rekaman disini kan?
Kalo ada kesempatan, maen ke Solo dan rasakan salah satu Wisata Audio Indonesia yang sebenarnya. Ini adalah kebanggaan Sound Enginner Indonesia.
Keyz,membuka kursus keyboard untuk anak, dewasa atau siapapun yang ingin belajar secara cepat dan siap untuk masuk dapur rekaman berbasis kurikulum modern. Keyz menyediakan beberapa pilihan program kelas yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat siswa dengan biaya yang sangat terjangkau.
Full Keyz
Untuk siswa yang menginginkan kurikulum dasar bermain keyboard dengan kelas regular.
Pertemuan : 45 menit, 4X/bulan untuk 6 bulan
Biaya : Rp.120.000/bulan
Octave Keyz
Untuk siswa yang menginginkan kurikulum dasar bermain keyboard dengan kelas akselerasi.
Pertemuan : 60 menit, 8X/bulan untuk 3 bulan
Biaya : Rp.215.000/bulan
Expresso Keyz
Untuk siswa yang belajar keyboard untuk bermain lagu hits masa kini
Pertemuan : 45 menit, 4X/bulan
Biaya : Rp.100.000/bulan
Kids Keyz (FOR CHILDREN 4-8 YEARS)
Perkenalan alat musik keyboard untuk anak – anak untuk melatih kecerdasan dan menuju level permainan yang lebih tinggi. Orang tua siswa akan mendapat rapor bulanan mengenahi perkembangan musik anak.
Pertemuan : 45 menit, 4X/bulan
Biaya : Rp.160.000/bulan
MIDI Programming Keyz
sntuk siswa yang memperdalam MIDI Programming berbasis digital recording
Pertemuan : 45 menit, 4X/bulan untuk 3 bulan
Biaya : Rp.225.000/bulan
sign up fee : Rp.60.000
free lesson module
Read More
Program yang didesain untuk gitarist/bassist untuk memperkenalnya pada ranah digital audio recording terkini.
Modul pembelajaran
1. Digital Recording Guitarist Introduction
- digital domain
- sample rate & bit rate
- input output (cables & connector) & pick – up impedance
- pre-amps instrument & recording
2. Roll & Take
- prepare for guitar recording
- miking recording technique
- direct recording technique
3. VST Amp Modelling
- set-up the Virtual Studio Technology & Digital Audio Workstation
- Amp modelling kinds
4. Tracking Technique
- mono & stereo take
- punch in punch out
- ADT / Delay
- Basic Editing
5. Troubleshooting
bila ada pertanyaan mengenahi home recording silakan tanya disini ya….
Berulang Tahun Ke 2
Diawali pada tanggal 4 february 2008, budipasadena.com resmi menjadi bayi dunia maya. Awalnya website ini ditujukan untuk blog pribadi dan sarana belajar saya dalam memiliki sebuah “rumah” di internet.
Namun, minat dan panggilan tak lepas dari dunia komputer dan musik, website ini saya pergunakan sebagai virtual music studio & personal workshop for audio yang berisi tentang curhatan saya dalam dunia recording dan pekerjaan.
Nista agaknya ketika saya egois menuliskan cerita personal itu di tahun ke dua ini, Saya berencana akan membuat tulisan mengenahi review apa yang terjadi dalam audio recording dan referensial musik yang saya cermati secara pribadi.
Beberapa kendala teknis menghadang saya kemudian dilanjutkan gejolak pribadi yang membuat berhenti dipersimpangan “ terlalu lama” he9.
Saatnya tulisan – tulisan ini naik kelas, dan sebagai pembaca yang aktif, tersedia untain kolom komentar yang “wajib” Anda isi.
Website ini dalam masa upgrade…
tunggu
bila ada pertanyaan
say at : budi@budipasadena (.) com
+628562840527
dan kabar buruknya. data 2 tahun yang lalu hilang, akan saya recover dulu


Tanggal 21 November 2009 di pasar Gabusan Bantul Yogyakarta, 3dB dipercaya untuk merekam sebuah perhelatan Jazz besar Yogyakarta yang bernama Ngayogjazz. Ngayogjazz adalah acara tahunan yang sudah berlangsung selama 3 tahun belakangan ini; bermaksud untuk menghilangkan kesan elitis dari sebuah genre musik yang kita kenal bernama Jazz.
Tahun ini adalah tahun ketiga hajatan kebudayaan yang digagas komunitas pencinta jazz Yogya itu digelar. ”Ini bukan sekadar festival musik, tetapi juga sebuah gerakan kebudayaan,” tutur Djaduk Ferianto, musisi jazz sekaligus salah satu penggagas dan Direktur Ngayogjazz 2009.
Gerakan kebudayaan yang dimaksud Djaduk adalah mendekatkan jazz ke tengah rakyat jelata. Untuk itu, festival pun terbuka gratis untuk umum dan digelar di tempat-tempat paling dekat dengan rakyat. ”Ini bukan proyek untuk mencari profit,” ujar Djaduk. (dikutip dari cetak.Kompas.com)
Di perhelatan ini 3dB dan Ngayogjazz berharap rekaman live concert yang dilakukan dapat menjadi merchandise untuk para artist pendukung. Yup, kami melakukan proses live remoter dan hasilnya saat itu juga diberikan kepada para beberapa pengisi acara. Hampir mirip seperti program ASSHOLE, hanya saja kali ini hanya di produksi sebanyak 10 keping CD.
Teknis Produksi Live Remoter on Ngayogjazz 2009
Artist yang kami rekam adalah :
1. I Wayan Sadra
2. Purwanto
3. Syaharani
4. H Stojka
5. Dwiki Dharmawan
Proses Live Remoter berjalan sangat hectic, dikarenakan kelima artist ini tersebar di antara 3 panggung besar yang berada di venue. Apalagi kondisi cuaca saat itu cukup tidak bersahabat.

Jarak antara masing-masing panggung kurang lebih sekitar 100 meter, kecuali panggung yang digunakan oleh I Wayan Sadre. Jarak dari 2 panggung lainnya sekitar 600 meter. Akhirnya kami memutuskan untuk merekam I Wayan Sadre dengan teknik Bootleger.
Channel List technical sheet


Catatan Teknis dari Budi Pasadena sebagai Project Leader :
Terpisah menjadi 4 stage, yang dipertontonkan secara gratis kepada penikmat jazz kresidenan Jogjakarta. Mata kami tertuju pada stage utama dan stage C.
Kami parkirkan mobil tempur live remote recording kami, ditengah kedua stage tersebut. Yup betul mobil, sengaja kami tidak meletakkan booth kerucut yang legendaris itu. Mobil mini Van ini senantiasa menemani kami menuju stage unggulan saat ini.
Yang kami perhatikan adalah letak splitter dari kedua belah panggung itu. Merekam dua panggung secara bergantian tanpa mengurangi kualitas suara adalah sebuah tantangan, bukan pantangan.
Channel list sudah tertulis dengan rapi dari dua stage itu, setidaknya agak tenang ketika hujan mengguyur arena Pasar Gabusan dan tren kali ini seperti yang kita duga.
Ada 3 kabel yang masuk ke dalam mobil, 1 kabel listrik dan 2 kabel Cat5e. cuman itu.
Adanya digital audio network memudahkan perkabelan dan kelihatan simple skali. Bahkan mengalahkan kabel yang terpasang pada mobil sponsor salah satu perusahaan seluler yang bertetangga dengan kami.
Konsep teknologi yang dipakai menggunakan Ethersound Digital Audio Network dimana dua kabel Cat5e bertugas sebagai gain controller dan audio data transport. Sudah itu saja, ga ada cerita ngolor kabel audio tradisional lagi.
Satu persatu peformers mengunjungi stage yang mulai kering bagian tengah-tengahnya. Kali ini penyanyi Syahrani akan menghangatkan stage dengan penampilan akustiknya. Satu persatu channel berbunyi sebagai mana mestinya. Bagus. Menandakan splitter transformer bekerja sesuai perintah bossnya. Vokal Syahrani menggunakan wireless tertangkap manisnya, meskipun kami sendiri kurang well dengan mic wireless. Opening Syahrani mengajak penonton untuk sing along, menandakan kami memperhatikan ambience mic disisi kanan kiri bibir panggung. Yeah seperti biasa keplok tangan penonton tertangkap dengan riuhnya.
Dan tengah – tengah show Blug- blug…. Tenaga listrik dari genset dibelakang kami ngadat seperti pada saat sore tadi.
Sistem back-up recording telah kami nyalakan dan supply listrik dari UPS masih aman, mungkin saatnya istirahat sebentar, ngemil dan menikmati dingin ala Ngayogjazz. Empat puluh lima menit kemudian Genset tersebut diganti, lokasinya tepat di sebelah kanan mobil recording kami, tenang saja, tak ada induksi elektromagnetic yang mempengaruhi sinyal kami, aman berkat Cat5e itu.
Show mulai lagi. Aman
Ketika 23.00, stage utama mulai berdengung – dengung. Artis asal Austria bertajuk Harri Stojka naik panggung, genjrang – genjenng sana sini menandakan ia cek sound sesaat sebelum peform mereka dilihat banyak orang.
Dua orang 3dB mulai memindahkan Digiram ES8 ke panggung utama, yup pindahan langsung dari stage C ke stage utama. Kemudian memasang kabel spliter junction box, listrik AC dan 2 kabel Cat5e itu. 15 menit cukup membuat alat itu bekerja kembali dengan channel list yang lebih banyak dari stage sebelumnya.
Seluruh instrument dari Harri Stojka mampu terekam dengan baik. Eh ditengah- tengah show, Suara pick up dari gitar akustik mas Harri ini ngeprek-preks… Waduh … dan parahnya ini juga terdengar juga di sistem Live PA-nya.
Ingin kami membicarakannya dengan Harri Stojka saat usai show, dan menyarankan agar tidak terulang lagi kejadian ini.
Setelah riuh penonton bertaburan usai permainan akustik Harri Stojka ini, gantian peformer dari pemain jazz kenamaan Indonesia naik panggung. Dwiki Darmawan dan Dewa Budjana memainkan riff jazz berbalut Vocoder.
Asyik seluruh channel listnya dapat diterima dengan baik oleh recorder kami, di tengah – tengah show, pemain bass menggunakan contra bass, ada duet juga dengan Sax player dan semuanya terekam secara multitrack di sistem recording ADK Computer Steinberg Cubase 4.52 kami.
Salah satu tahapan produksi yang cukup berkesan, Capek hingga dini hari terbayar ketika melihat hasil recording yang maksimal ditengah persiapan waktu yang minimal.
Salam,
BP
PS : sebenarnya masih ada satu cerita lagi yang hendak kami sajikan, dan ini jantung cerita live remote recording saat itu.
Saat kami bercerita tentang mobil mini Van yang kami gunakan untuk live remote recording, ada satu mobil lagi yang kami bawa. Mobil VW Combi besutan ananda Risky Summerbee, pentolan band RSTH yang sedang naik daun.
Disana kami mempersiapkan merchandise berisi hasil karya live concert 3dB dalam sebuah bentuk kompilasi plus t-shirt spesial edition Ngajogjazz.
Dan…
Sebuah Digital Audio Workstation untuk mixing mastering on location…. EDIAN.
Lengkap dengan system monitoring kelas wahid yang sengaja kami tata di mobil tersebut.
Ide ini dinamakan ASSHOLE. Yakni kegiatan menjual CD berisi konser yang baru saja direkam, di mixing dan dimastering dan dijual pada saat itu juga.
Namun pada saat Ngayogjazz berlangsung kita hanya membuat 10 CD saja dan ditujukan sebagai souvernir kepada peformers.
Udah cukup ceritanya ya.


“ Gaun Terbaik Adalah Gaun Yang Kedap Cuaca “
(melancholic bitch – mars penyembah berhala)
Melancholic Bitch mencapai 1 dekade dalam kerja kolaboratif musik mereka. Merilis Balada Joni dan Susi adalah sebuah memontum ditengah band yang personilnya sibuk dimana – mana.
Padepokan Seni dipilih menjadi venue saat mereka memperkenalkan album baru ke public. Para pecinta mati Melbi berbondong – bondong ke arah Selatan kota Jogjakarta ini. Hujan lebat, biasa bung. Bahkan pada saat cek sound siang harinya listrik PLN dimatikan gara-gara lebatnya Tuhan mengirimkan hujan penyejuk saat itu.
Semuanya berjalan lancar, dan sistem kali ini sangat perfect, bisa dibilang ampuh. Setiap line channel bersih sekali dari noise, hum dan induksi electronik magnetik.
Enak sekali merekam band yang sudah tahu betul instrument mereka, dan kerja kolaboratif antara 3dB dan sistem PA-nya sangat bersahabat.
32 Channel Live Remote Recording kami terpakai seluruhnya. Tertindak manis setiap track – track yang Melbi mainkan.
Dua lagu mereka yang dimainkan berurutan menjadikan team produksi kami ngefans sekali dengan materi rekaman live saat itu. Bersih, Clear, Berenergi dan Cetho.
HUUG-UUUH.
Salam Sukses untuk Balada Joni dan Susi.
(sembari menirukan gaya motivator handal saat ini)
Salam
BP.
Taman Budaya Jogjakarta semenjak 11 November pagi telah dipenuhi team produksi pagelaran Singgih Sanjaya Orchestra yang berkolaborasi dengan PSM UGM.
Perlunya sebuah dokumentasi yang baik, telah disadari oleh panitia, oleh karena itu mereka menginginkan 3dB merekam show yang mereka laksanakan pada tanggal 12 November 2009 untuk memperingati dies natalies UGM.
PERSIAPAN
Awalnya kami tertarik sekali untuk merekam permainan sebuah orchestra yang notabene akan dipentaskan disalah satu gedung andalan kota Gudeg. Selasa, 2 hari sebelum konser, kami sempatkan diri untuk melihat prosesi latihan mereka disalah satu gedung ISI Jogja. Sebuah perkenalan manis antara 3dB dan team produksi Singgih Sanjaya terjadi disela – sela mereka usai latihan.
Cukup asyik, sampai kami lupa waktu.
Keesokkanya kami bertemu di TBY, untuk menyaksikan gladi resik yang terakhir. Pertama kali memasuki control room TBY cukup terkejut. Sistem PA yang didesain rapi sekali, enak dipandang dan ACnya dingin.
Basi – Basi pun berlanjut dengan sebuah perkenalan dan menceritakan tentang sistem yang digunakan dalam rekaman kali ini.
Usai mengetahui letak dan teknis kami merekam, kami mencoba merekam latihan mereka sebagai sebuah preview sebelum merekam beneran pas show berlangsung.
Malam itu kami tutup dengan sebuah makan malam yang kenyang dan dapat berharap fresh esok hari.
THE SHOW
Pukul 4 sore kami berangkat, mempersiapkan alat – alat kami. Berbeda dengan rekaman gladi resik kemarin, Kami menambahkan sebuah SD442 sebagai mixer tambahan. Tujuannnya kami ingin merekam sebuah track khusus yang bersumber dari MIC Ambience.
Kali ini sebuah mic mono ambience di set polar patternnya dalam modus OMNY.
Peletakkany terpaksa mengalah dengan pihak video dokumentasi karena mereka menganggap MIC tadi mengganggu pandangan kamera. Okelah.
Pukul 19.30 Show di mulai, kami berada di control room sembari mengamati besar sinyal yang masuk. Sebuah pertunjukan orchestra memiliki tingkat dinamika yang sangat lebar, Berkali – kami mengatur gain input di masing – masing channel agar tidak peak saat masuk ke recorder system. Yah pegel – pegel dikit gak papa.
Jeda ditengah show membuat kami dapat beristrihat menikmati suguhan panitia, singkat namun dapat meningkatkan konsentrasi.
Acara dilanjutkan kembali.
Tepat pukul 21.45 acara ditutup dengan riuh penonton yang merasa puas dengan pertunjukan yang denger – denger dibandrol sangat murah tiket masuknya. Sebuah konser orchestra yang tahu betul kemampuan audiensnya.
Sistem kami berjalan mulus, merekam dengan total 2 jam secara kontinue laptop tetep aman – aman saja.
Terimakasih untuk team produksi yang ontime dan cekatan. Kami tunggu pertunjukan yang lebih akbar.
Salam,
BP
Beberapa lagu dari album mereka berjudul Hertz Dyslexia direncanakan akan kami rekam malam itu. Kami tiba di venue pukul 10.00 pagi waktu Jogja. Masih teringat perjalanan semalam dari Jakarta untuk merekam Live Concert Recording dari band Risky Summerbee & Honey Thief di Ruang Rupa & OZ Radio. Masih sepi venue saat itu, The S.I.G.I.T masih berkeliling wisata kuliner dan sibuk melayani wawancara radio lokal, kami satu per satu menurunkan diri dan alat set-up live concert recording kami. Kali ini kami menempati pojok atas dari Liquid Cafe. Tempat yang kami rasa minimalis sekali tanpa gangguan dari pengunjung, membelakangi speaker utama dan deket dengan kamar mandi. Seperti biasa, chanel list tulis satu persatu, mencari pelistrikan yang akurat dan hal yang enak – enak. Total kurang lebih 26 tracks dari permainan The S..I.G.I.T malam itu kami rekam melalui Ethersound dan Cubase 4 itu. Sebelumnya kami merekam permainan band Jogja antara lain : Jenny, The Frankrover, Coffin Cadillac

Channel list mereka butuhkan cukup simple. Setiap set-up gain dari tiap-tiap band kami simpan dalam preset ES Control pada waktu cek sound. Ketika pukul 20.00 lampu panggung mulai redup, satu persatu band pembuka muncul, sembari kami me-load set-up ES Control pada waktu cek sound.
Hanya perlu sedikit naik turun gain stage,nya supaya cukup diterima Cubase 4.
Hal yang sama kami lakukan pada bintang utama malam itu. Bedanya kami menggunakan Auvitran Ethersound Monitor. Lebih mudah dan lebih asyik daripada software sebelumnya. Kedua kalinya kami pergunakan setelah peform RSTH Ruru.
Selebihnya liat – liat saja fotonya.



